Kolaborasi Jamu Jamaah Itikaf Masjid Agung Subang

SUBANG – Kegiatan itikaf di Masjid Agung Al-Mushabaqoh Subang Jawa Barat memasuki 10 hari terakhir makin ramai. Untuk malam ke-29 Ramadhan 1440 H, Minggu malam (2/5/2019) terpantau tidak kurang dari 300 jamaah hadir. Diantara kegiatan yang dilaksanakan ialah diisi dengan tausiyah, tarawih, baca Al-Qur'an dan qiyamul lailsekitar pukul 2 dini hari dilanjutkan dengan sahur bersama.
Nampak diantara jama'ah beberapa pejabat dan pengusaha pun ikut larut dalam kegiatan mengisi 10 hari terakhir. Diantaranya Wakil Bupati Subang, Agus Masykur.
Kegiatan kolaborasi antara DKM Masjid Agung Al-Mushabaqoh dan Komunitas Muslim Bikers Indonesia (Kombi) Chapter Subang ini mendapat apresiasi baik dari para jamaah dna donatur. Kiriman makanan dan minuman yang disediakan merupakan sumbangan dari para donatur dan infaq dari anggota komunitas. Bahkan ada donatur yang langsung mengirimkan paket makanan maupun minuman di antaranya ialah susu segar, kopi, air mineral dan teh diperuntukan jamaah itikaf.
Disamping itu koordinator membuka peluang shodaqoh dari para jamaah dengan menyediakan Kotak Infaq yang hasilnya dibelanjakan kembali pada makanan dan minuman yang diperuntukkan untuk jamaah. "Alhamdulillah dananya muter jadi makanan lagi. Makanan (dan minuman) tetap tersedia," terang salah seorang koordinator, Hari Hermawan.
Adapun konsumsi yang disajikan ialah berupa makanan kecil minuman air mineral kopi susu dan sejumlah makanan tambahan yang cukup berkelas dan banyak juga diantaranya jenis makanan tradisional hasil sumbangan dari para donatur. Untuk makanan sahur disediakan bagi para jamaah yaitu nasi bungkus yang beraneka ragam lauk pauk.
Melihat antusias jamaah dan tingginya anomi donatur, rencananya tahun depan akan mengadakan lelang sajian untuk itikaf. Salah satunya ialah lelang penyediaan susu yang akan disajikan 10 hari terakhir yaitu untuk para jamaah itikaf. "Selama 10 hari terakhir sajian susu dan minuman lainnya mendapat minat yang cukup tinggi sehingga ketika disajikan yang pertama pada malam kedua puluh sebanyak 20 liter dirasa kurang kemudian di malam 21 dan 23 ditambah sebanyak 30 liter sampai ke malam ke 25 dan 27 serta 29 mencapai sajian 60 liter dan itupun habis dikonsumsi oleh para jamaah maka kami akan berinisiatif untuk tahun depan akan melaksanakan lelang untuk sajian susu ini kepada para donatur baik secara tertutup maupun secara terbuka di antara komunitas," ujar koordinator lainnya, Epy Tarsa.
Pelayanan yang berjalan setiap tahun ini mendapat apresiasi bagus dari para jamaah. Salah satunya dari Kepala Sekolah SMP 3 Subang, Jainal Abidin menyebutkan kegiatan ini sangat baik dan perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan. "Sebab melihat antusias yang cukup besar dari para jamaah menandakan bahwa umat sebenarnya memiliki gairah untuk beribadah dan ini perlu didukung sarana dan prasarana yang mendukung pada ibadah," tuturnya.
Senada dikatakan jamaah lainnya menyebutkan cukup menikmati kebersamaan dalam suasana Ramadhan. "Walaupun lauk pauknya sederhana tetapi kalau dimakan secara bersama-sama atau berjamaah akan terasa nikmat," ujar salah seorang jamaah yang enggan disebutkan namanya.
Share on Google Plus