Budayawan Sunda Sesalkan BRI Subang Kurang Peduli Pada Prestasi Pemuda

Subang - Budayawan Jawa Barat Bah Renggo menyayangkan kurangnya perhatian dari Bank BRI, terhadap delegasi Indonesia yang akan berangkat ke Jiju Korea Selatan, untuk mengikuti Lomba Asia Pacific Conference Junior Chamber Internasional (JCI).
Padahal kata Renggo, delegasi Indonesia itu, akan membawa nama baik, dan mengharumkan nama Indonesia di ajang Asia Pacific Conference JCI, dan Bank BRI sendiri hanya memberikan donasi sebesar 90 ribu rupiah per orang di kali 11 orang delegasi yang akan berangkat dari Subang ke Jiju Korsel, dan pemberian donasi itu diwakili oleh Bank BRI Kantor Cabang Subang Jawa Barat.
"Di jaman Jokowi Presiden, masa sekelas Bank BRI, yang merupakan Badan Usaha Milik Negara, ngasih donasi sebesar 90 ribu ( rupiah) per orang? Dimana kepedulian Bank BUMN terhadap anak bangsa yang berprestasi? (padahal ini) mewakili Indonesia di ajang Asia Pacifik," tegas Renggo kepada Wartawan di Subang, Rabu (12/6/2019).
Padahal kata Renggo, delegasi Indonesia datang ke BRI itu atas rekomendasi Bupati Subang ditambah surat dari JCI agar BRI sebagai BUMN ikut berpartisipasi menghantarkan para delegasi Indonesia  bisa tampil di Jiju Korsel dalam acara Asia Pacific Conference JCI 17 hingga 21 Juni 2019 nanti. "Jadi tolonglah, kepada Bank BRI, untuk lebih peduli, terlebih sudah ada rekomendasi dari Pak Bupati Ruhimat, bahkan surat dari JCI," imbuhnya.
Sementara itu Pemuda Subang Dede Tesa Irawan, yang merasa bangga atas terpilihnya Beizi Galih Manggala dan Tim Seniman Subang menjadi delegasi Indonesia yang akan berangkat di ajang Asia Pacific Conference JCI, saat mengantarkan delegasi Indonesia saat menemui Bank BRI itu melihat delegasi Indonesia itu, diberi uang sebesar Rp1 juta untuk 11 orang itu, yang diserahkan oleh Bank BRI Kantor Cabang Subang itu, tidak diterima, dengan alasan tidak mendidik dan terkesan menyepelekan prestasi anak bangsa.
"Uang satu juta itu ditolak bukan karena nilai, tetapi karena BRI tidak mau menerima penjelasan, saat diminta untuk audence, dengan arogan pihak BRI menolak," terang Dede. (Ist)
Share on Google Plus