Walau Banyak e-Book, Keberadaan Buku Masih Diperlukan

SUBANG – Bertepatan dengan 17 Mei 2019 sebagai "Hari Buku Nasional", Reporter Jabar menurunkan liputan singkat. Ternyata menemukan hal menarik, yaitu kehadiran buku masih dianggap penting walaupun sudah ada buku elektronik atau e-book dan maraknya artikel daring (on-line) sejalan dengan makin mudahnya akses internet.
Dikatakan salah seorang siswa SMK Negeri 1 Subang, Nivia menyebutkan bahwa informasi pengetahuan yang diperoleh di buku lebih lengkap dibandingkan dari internet. Malah terkadang menurut dia informasi pengetahuan yang ada di internet disangsikan kebenarannya. "Pernah terjadi bahkan sampai berdebat panjang dengan guru yang mempermasalahkan sumber informasi pengetahuan yang diperolehnya dari internet. Padahal (sumber itu) sudah terverifikasi," ujarnya kepada Reporter Jabar saat ditemui di Perpustakaan Daerah Subang.
Lalu kata dia kalau pencarian di internet itu dipengaruhi index yang dilakukan mesin pencari. "Jadi kecenderungan memperoleh sumber terpercaya itu cukup menyulitkan," imbuhnya.
Hal ini diamini oleh Vika rekannya yang juga mengalami hal serupa. "Makanya keberadaan buku itu masih diperlukan. Terutama untuk referensi tugas," katanya.
Oleh karena itu kata Vika, dirinya meminta kepada pemerintah supaya lebih melengkapi koleksi perpustakaan daerah Subang. "Keberadaan buku bagi saya masih dibutuhkan, adapun informasi yang ada di internet merupakan informasi sekunder," imbuhnya.
Dikatakan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Subang, Ade Mulyawadi sebagaimana disampaikan Kepala Seksi Pelayanan, Uuk Sukasmi menyebutkan bahwa kunjungan ke Perpustakaan Kabupaten Subang selama tahun 2018 sebanyak 18.821 pengunjung yang terdiri dari pelajar, umum. "Bahkan ada pelajar dari kecamatan-kecamatan yang mengadakan wisata pendidikan sengaja berkunjung ke sini," katanya.
Keberadaan perpustakaan ini pun sering dimanfaatkan para pensiunan yang masih bersemangat untuk mengisi dengan membaca. "Ada diantara mereka (pensiunan) yang menjadi penda'wah mencari bahan ceramah di sini," katanya lagi.
Sedangkan lanjut dia untuk melayani masyarakat di daerah terpencil, pihaknya mengerahkan 2 unit Mobil Perpustakaan Keliling sebanyak 3 – 4 kali seminggu turun ke desa-desa. "Alhamdulillah animo pada perpustkaan keliling cukup tinggi. Kalau kita ke sana banyak yang datang. Bahkan mereka inginnya tiap hari," pungkasnya.
Share on Google Plus