Ternyata ini maksud Pemasangan Tanda Pangkat ASN Subang

SUBANG – Dengan pemasangan tanda pangkat di pundak para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Subang diharapkan membawa tanggung jawab beban yang kita pikul bersama. "Bahwa Bapak/Ibu pejabat di kalangan ASN memiliki tugas pokok dan fungsi di masing-masing SKPD. Maka dari itu momen (pemberian tanda pangkat) sebagai bentuk penghargaan harus diiringi dengan meningkatnya etos kerja kita," kata Wakil Bupati Subang, Agus Masykur dalam amanat Apel Pagi di halaman Kantor Setda Subang, Senin (13/5/2019).
Pada kesempatan Apel Pagi kali ini dilakukan penyematan tanda pangkat secarta simbolis kepada golongan IV, III dan II yang diwakili oleh 3 orang ASN.
Kemudian Berkaitan dengan  Bulan Ramadhan, Wakil Bupati berharap menjadi moment meningkatkan etos kerja. Harus dijadikan sebuah starting point dalam melaksanakan tugas dengan penuh semangat. Karena beberapa moment besar dalam Sejarah Islam terjadi pada Bulan Ramadhan diantaranya Perang Badar dan Fathu Makkah. "Jangan jadikan Ramadhan sebagai alasan untuk berleha-leha. Justru harus menjadi pemicu berbuat baik menjadi lebih baik lagi," imbuhnya.
Sejalan dengan itu dari sisi ibadah juga harus ditingkatkan lagi. Termasuk dalam bekerja sebagai bagian dari ibadah. Upaya menjemput hal yang belum pasti. "Kita cari yang belum pasti. Karena rezeki itu pasti. Pahala itu yang belum pasti. Karena Allah SWT mengingatkan kita bekerjalah kalian maka Allah, Rasul-Nya dan Orang-Orang Beriman akan melihat hasil kerja kita," terangnya.
Supaya hasil kerja kita bisa menambah "usia nama" kita lebih lama didengar karena atas prestasi yang telah dilakukan. "Bisa jadi usia biologis berkisar 50 tahun sampai 70 tahun. Tetapi 'usia nama' kita lebih lama didengar karena prestasi kerja. Bahkan ketika kita sudah meninggal pun nama kita tetap harus ditengah masyarakat. Sebagai para nabi dan sahabat," paparnya.
Diharapkan semua itu menjadi motivasi kerja dengan tagline "Jawara" bisa menjadi visi bersama. Itu perlu disepakati bersama dandi kerjakan bersama. "Untuk itu perlu kekompakan dan menjaga semangat etos kerja. Menyelesaikan tugas sebaik-baiknya penuh tanggung jawab," paparnya lagi.
Lalu Wakil Bupati mengingatkan mengenai Surat Edaran Sekda tentang Shalat Dhuhur Berjamaah yang kelihatannya mengalami "kemajuan" maksudnya barisan jamaahnya makin maju dalam arti jumlah jamaahnya makin sedikit. "Padahal menurut laporan Satpol PP ruangan dalam keadaan kosong," katanya.
Oleh karena itu sambung Wakil Bupati pihaknya mengingatkan kembali kepada para ASN untuk meramaikan kembali shalat Dhuhur Berjamaah. "Mari kita ramaikan kembali Shalat Dhuhur Berjamaah. Ini hanya sebagai mengingatkan kepada kita semua. Karena kita sebagai manusia perlu untuk saling mengingatkan," pungkasnya. (HMS)
Share on Google Plus