"Dinginkan Suasana" Pasca Pemilu ala Neng Farah

SUBANG – Anggota legislatif terpilih Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat IX DPR RI, Neng Farah mengajak warga Subang untuk bersatu kembali setelah menjalani Pemilu Serentak Tahun 2019. Menurut dia berbeda pilihan itu biasa dalam Pemilu. Waktunya berbeda pilihan sudah lewat. "Sekarang waktunya bersatu membangun untuk Indonesia," tegasnya dalam sambutan pada acara "Silaturahmi Ramadhan dan Buka Puasa Bersama Neng Farah" di Islamic Centre Kabupaten Subang, Rabu (29/5/2019).
Kemudian menegaskan bahwa permasalahan kesehatan, pendidikan dan lapangan pekerjaan harus mendapatkan perhatian. Oleh karena itu sebagai anggota legislatif yang terpilih dirinya ada membuka "Paguyuban Neng Farah" untuk mempermudah komunikasi menyerap aspirasi dengan konstituen di Dapil-nya. "Dengan adanya Paguyuban Neng Farah nanti bisa bertemu dengan konstituen di Dapil IX baik yang ada di Subang, Majalengka maupun Sumedang," imbuhnya.
Menurut anggota Majelis Pertimbangan Partai Daerah (MPPD) PAN Kab Subang, Drs. Tatang Koesnandar dirinya optimis pada kinerja yang akan dilakukan oleh Neng Farah pada masa jabatannya. "Sebab dia itu orang supel, mudah bergaul dengan jaringan yang cukup kuat," katanya menjelaskan.
Terutama kata Tatang, latar belakang pengalaman dia yang pernah kerja magang di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI cukup menjadi bekal dalam berhubungan dengan luar negeri.
Hal tersebut dibuktikan dengan kemampuan dia sebelum terpilih berupaya membantu kepulangan warga Desa Balingbing Pagaden Subang, Een Nurhayati yang terlantar selama 13 tahun di Saudi Arabia yang bekerja tanpa upah yang jelas dari majikannya. "Dengan dibantu di (Neng Farah) berhasil pulang setelah lama kesulitan pulang ke indonesia," katanya.
Pada kesempatan tersebut Een Nurhayati menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Neng farah yang telah membantu kepulangannya. Padahal sejak 2005 dia bekerja di Arab Saudi mengalami kesulitan berkomunikasi dengan keluarga di tanah air dan terlantar dengan ketidakjelasan upah dari majikan.
Sampai akhirnya atas bantuan Neng Farah dan rekannya berupaya kepulangan dengan membuatkan dokumen yang diperlukan sampai akhir bisa pulang ke tanah air pada 2018.
Share on Google Plus