Diduga Sebar Ujaran Kebencian, RD Diamankan Polres Subang. Ternyata Ini Isinya


SUBANG - Diduga menyebarkan pesan kebencian, seorang warga berinisial RD warga Tambakan Jalancagak diamankan Polres Subang. Penahanan RD kata Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni berawal dari patroli saiber yang menemukan akun media sosial Facebook bernama Rudianto (Gus Rudi) yang mengunggah beberapa tulisan yang inti pokoknya mengadu domba antar golongan yaitu Polri dengan TNI dan Polri dengan Masyarakat. “Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan dan penyidikan. Hasilnya akun FB tersebut dikendalikan oleh seseorang berinisial RD,” ujar Kapolres kepada wartawan, Selasa (28/5/2019).
Kemudian pihak Polres melakukan pemeriksaan secara intensif kepada RD. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa yang bersangkutan mengaku memang benar akun Facebook atas nama Rudianto (Gus Rudi) tersebut adalah miliknya dan yang melakukan postingan tersebut adalah dirinya sendiri.
“Adapun latar belakang sehingga saudara RD melakukan postingan tersebut karena dirinya sering membaca informasi di media sosial yang berisikan bahwa telah ada polisi RRC dan tentara RRC yang menyusup menggunakan pakaian Brimob tanpa melakukan klarifikasi untuk mengetahui kebenaran atas informasi tersebut,” jelasnya.
Kemudian kemudian yang bersangkutan membuat status di akun Facebook Rudianto (Gus Rudi) miliknya. “Saat ini terhadap saudara RD telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di rutan Polres Subang untuk status perkaranya masih dalam proses lidik dan ditangani Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Subang,” katanya.
Dari tangan pelaku diamankan sejumlah barang bukti berupa 1 buah HP merk Samsung jenis J7 Pro, satu buah memory micro SD 32 GB , satu buah flashdisk merk SanDisk warna merah hitam 16 GB, tiga lembar hasil cetak print out postingan dan foto profile akun Facebook atas nama Rudianto (Gus Rudi) dan satu buah akun Facebook atas nama Rudianto (Gus Rudi).
Kepada pelaku disangkakan ialah pasal 45A ayat 2 Undang-Undang No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang  RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 bulan dan atau denda paling banyak 1 miliar rupiah.

Share on Google Plus