Bebas Uang Palsu dan Uang Potongan

SUBANG – Penukaran uang yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat bersama bank peserta dirasakan cukup membantu. Seperti diutarakan Bapak Wahyudin sengaja jauh-jauh dari Kalijati untuk menukarkan uang di Lapang Alun-Alun Subang Kota. Kata dia terbantu karena takut mendapatkan uang palsu. "Dengan penukaran uang (dari BI) kita jadi tenang nggak takut uang palsu mana banyak juga uang palsu beredar. Dan juga kita menukar tanpa potongan. Tidak ada potongan kita nuker sejuta ya bukti sejuta," jelasnya kepada Reporter Jabar usai menukarkan uangnya di Alun-Alun Subang, Rabu (22/5/2019).
Rupanya Wahyudin pernah mengalami menjelang lebaran sekitar 2013-an saat menukarkan uang oleh makelar. "Ternyata kita sudah nuker banyak, eh.. dapat uang palsu. Jadi mumpung ada dari BI kita manfaatkan," imbuhnya.
Banyak warga yang memanfaatkan penukaran uang ini dengan antusias. Mereka rela mengantri untuk melakukan penukaran. Sebelumnya mereka mendaftarkan diri dulu untuk mempercepat proses penukaran.
Pada kesempatan ini BI menggandeng 4 bank peserta untuk menukarkan uangnya kepada warga dengan cara memarkirkan kendaraan di Lapang Alun-Alun. Menurut salah Bapak Ganda, seorang petugas menjelaskan warga diberikan kesempatan satu kali satu hari untuk menukarkan uangnya dengan pecahan 2.000 rupiah, 5.000 rupiah, 10.000 rupiah dan 20.000 rupiah masing-masing 100 lembar. "Kita berikan kesempatan satu orang untuk satu hari. Kalau mau tukar lagi yang besoknya lagi," katanya.
Layananan penukaran uang ini selenggarakan sejak kemarin, Senin (21/5/2019) yang diresmikan langsung oleh Bupati Subang, Ruhimat bersamaan dengan peresmian dibukanya Bazaar Sembako di lingkungan Kantor Pemda Subang.
Untuk minggu ini akan berlangsung sampai besok (23/5/2019). "Sedangkan untuk minggu depan di buka lagi Seni dan Selasa (27 dan 28 Mei 2019, red)," pungkas Ganda.

Share on Google Plus