Upaya Pengurangan Sampah SMP 3 Subang Diapresiasi pada Penilaian Adiwiyata

Presentasi di hadapan Tim Penilai Adiwiyata
SUBANG - Penyajian konsumsi yang dilakukan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3 Subang mendapat apresiasi bagus Tim Penilai Adiwiyata Provinsi Jawa Barat. Dikatakan oleh salah seorang penilai, Drs. Mastur Burhanudin, M.Pd penyajian dengan menggunakan gelas langsung (non-kemasan/bukan air mineral dalam kemasan) merupakan upaya mengurangi sampah. "Ini (penyajian konsumsi) makan dan minum kami apresiasi bagus, ya. Dengan tidak menggunakan air kemasan bisa mengurangi sampah. Penyajian seperti ini perlu dipertahankan," ujarnya di sela-sela penilaian Adiwiyata Provinsi Jawa barat di SMP 3 Subang, Senin (15/4/2019).
Upaya mengelola sampah di lingkungan sekola menjadi salah satu penilaian Adiwiyata. Karena pengelolaan sampah aspek penting dalam pendidikan karena berkaitan dengan lingkungan hidup. "Sampai saat ini pengelolaan sampah sudah menunjukan kemajuan yang baik," ujarnya lagi.
Pembinaan itu salah satunya melalui Penilaian Adiwiyata yang memasukan aspek penilaian pengeolaan sampah. Termasuk diantaranya penialian kepada keberadaan kurikulum lingkungan.
Diantara aspek penting penilaian ialah masalah yang berhubungan dengan lingkungan penghijauan yang terdiri dari keindahan, kenyamanan, kebersihan dan 3R atau yang dikenal dengan istilah reduce, reuse, recycle. Lalu keberadaan tempat sampah yang memisahkan antara organik dan non-organik, kebersihan kantin dan inovasi dan kreasi yang ada di sekolah, termasuk GreenhouseDalam penilaian dilakukan dengan meninjau langsung bagian-bagian sekolah seperti tempat ibadah, kantin, areal penghijauan/Green House.
Ketika meninjau tempat ibadah penilai langsung tertarik pada kolam terapi yang tersedia. Dilanjutkan menuju lokasi kantin. Di sini penilai berbincang dengan pedagang sekaligus memberikan penjelasan tentang pengelolaan sampah antara yang organik dan non-organik. Penilai terlihat puas pada dengan kedua lingkungan sekolah tadi.
Mencoba Kolam Terapi di lingkungan Tempat Ibadah
Lalu melihat aneka tanaman yang tersedia di lingkungan sekolah serta penataan lingkungan sekolah.
Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi pihak sekolah yang dibawakan Kepala Sekolah SMP 3, Jaenal Abidin, S.Pd, M.Pd  yang memaparkan perjuangan upaya pemenuhan kekurangan sarana dan prasarana sekolah dari waktu ke waktu. Untuk menunjang pendidikan supaya lingkungan mempunyai etika dan norma.
Dalam kegiatan ini ada berbagai masukan dari kedua belah pihak dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang ideal.
Masukan dan apresiasi dari tim penilai, kata Kepala Sekolah akan dijadikan motivasi menciptakan SMP 3 Subang menjadi lingkungan pendidikan yang benar-benar ideal untuk interaksi antara guru dan murid.
Pada penialaian Adiwiyata di Kabupaten Subang ada 8 SMP yang dinilai yaitu SMPN 3 Subang, SMPN 6 Subang,  SMPN 1 Cibogo, SMP  Muhammadiyah, SMPN 2 Dawuan, SMPN 2 Jalancagak, SMPN 1 Cisalak dan SMPN 1 Ciasem. (Satriya/Ist)
Share on Google Plus