Tanam Pohon Hari Bumi, Tanggapan Pemkab Subang Diluar Dugaan

SUBANG – Dalam rangka Hari Bumi sejumlah aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Sadar Lingkungan (Masal) Kabupaten bersama para pejabat Kabupaten Subang melakukan penanaman 40 tanaman di 2 titik yang berlokasi di sekitar interchange jalan tol Cikopo – Palimanan yang berlokasi di Cilameri Subang Jawa Barat, Senin (22/4/2019).
Dikatakan ketua masyarakat peduli lingkungan Kabupaten Subang yaitu Asep Saevata atau yangn dikenal dengan Alam Rantjatan menyebutkan kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya. "Saya selalu gereget kalau melihat melihat lokasi yang kosong oleh tanaman apalagi di sekitar tersebut gersang. Sekarang yang kita tanam adalah pohon katapang supaya lebih teduh," ujarnya ditengah kegiatan penanaman.
Kata Alam penanaman ini juga akan terasa juga sampai generasi berikutnya. "Tentu ini kita harapkan lebih teduh dan ini akan terasa sampai (generasi) anak-cucu kita," imbuhnya.
Pada kegiatan tersebut juga pihaknya melibatkan pejabat birokrasi yang diwakili Staf Ahli Bupati Subang Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mas Indra Subhan dan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Subang, Nono Maulana Yusuf bersama para pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata yang tergabung dalam Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Subang. Para pengusaha turut memberikan dukungan berupa bibit pohon dan sarana pendukung pada saat penanaman.
Pada kegiatan itu juga selain mendapatkan bantuan berupa pohon yang ditanam juga mendapatkan beberapa peralatan untuk menanam serta mendapatkan perhatian dari warga sekitar yang turut serta ikut menanam.
Dikatakan mas Indra Subhan selaku pemerintah sangat mengapresiasi yang dilaukan oleh MASAL. "Dimasa depan kita akan perkuat kemitraan dengan pegiat lingkungan seperti MASAL ini," ujarnya.
Lalu kata dia ini perlu dioptimalkan kerjasama ini dengan pihak-pihak terkait lainnya. "Seperti Dinas Pendidikan, Perhutani dan Dinas Lingkungan Hidup. Supaya keadaan lingkungan kita ini lebih kaya oksigen," ujarnya.
Hal ini diamini Nono Maulana Yusuf, sebagai Dinas Lingkungan Hidup sangat mengapresiasi kegiatan MASAL untuk menciptakan lingkungan yang lebih sejuk. "Sejalan dengan perkembangan yang dinamis, kita perlu mengimbangi dengan menjaga lingkungan," tuturnya.
yang pasti ialah peran serta yang mereka lakukan adalah suatu hal yang positif yang dapat membantu pembangunan Kabupaten Subang khususnya di bidang lingkungan hidup.
Oleh karena itu pihaknya juga akan menjadikan kepedulian dari pada daripada para pengusaha yang peduli pada lingkungan adalah suatu hal yang positif.
Kemudian tanggapan dari seorang pengusaha restoran Subang, Yanti menyebutkan bahwa perannya sebagai murni kepedulian. "Kami ini benar-benar murni sebagai kepedulian pada lingkungan di Subang," katanya.
Sebab kata Yanti maslaah lingkungan adalah masalah bersama. "Ini bukan hanya masalah kita tetapi masalah anak-anak cucu kita ke depan. Jadi ini benar murni kita ingin ikut menjaga lingkungan," katanya. (Ist)
Share on Google Plus