Subang Bangun Desa Wisata Anak Menuju Provila. Apaan, tuh?

SUBANG - Atalia Praratya Kamil yang biasa dikenal "Bunda Cinta" selaku Ketua TP. PKK Provinsi Jawa Barat, menghadiri Pembukaan Pasar Desa Wisata Anak Juara di Kampung Bolang Desa Cibuluh Kecamatan Tanjuangsiang Subang, Sabtu (27/4/2019).
Turut hadir pada kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Hj. Yoyoh Sopiah Ruhimat, Bupati Subang yang diwakili oleh Plt. Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Subang, Drs. Ade Mulyawadi, M.Si., jajaran Forkopimda kabupaten Subang, anggota Jabar Bergerak, dan anggota Komunitas Hong.
Laporan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Kebudayaan Drs. H. Wahyu Iskandar M. M.Pd tujuan kegiatan Pasar Desa Wisata Anak Juara menuju Provinsi Laya Anak. "Agar Desa Wisata Anak Juara dapat menyosialisasikan permainan anak tradisional sebagai media pewaris nilai-nilai budaya yang terkandung pada setiap permaianan anak trasisional khas Jabar untuk membangun karakter masyarakat Jawa Barat," katanya.
Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah menanamkan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan  tradisional pada anak-anak, terbentuknya karakter generasi muda Jawa Barat yang masagi. "Serta mengurangi pengaruh budaya luar kepada generasi muda agar terbentuknya karakter masyrakat Jawa Barat yang berlandaskan budaya lokal serta menyosialisasikan permainan atau budaya anak tradisional di Jawa Barat menyambut Jawa barat menjadi Provinsi Layak Anak atau Provila," imbuhnya.
Selanjutanya juga dilakukan penyerahan piagam pasar desa wisata anak juara menuju Provinsi Layak Anak (Provila) oleh Ibu Gubernur Jawa Barat "Bunda Cinta".
Ketua TP. PKK Provinsi Jawa Barat Bunda Cinta Atalia Praratya Kamil yang mewakili Gubernur Jawa Barat, memaparkan bahwa terdapat empat hak dasar bagi anak yaitu hak untuk hidup, hak untuk berpartisipasi, hak mendpat perlindungan, serta hak bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya sehingga dengan kegiatan tersebut bisa mendorong Jawa Baear sebagai provinsi layak anak dan meningkatkan kebahagian terutama untuk anak dan keluarga.
 "Mudah-mudahan dengan adanya desa wisata anak juara yang menawarkan permainan anak tradisional dapat membuat anak-anak belajar sambil bermain sehingga mereka menjadi pribadi yang kokoh dan kuat," ujarnya.
Usai memberikan sambutan Ibu Gubernur Jawa Barat mencoba salah satu permainan anak tradisional yaitu "bedil karet" dilanjutkan dengan meninjau Pasar Talawengkar yaitu konsep belanja dengen transaksi menggunakan kepingan genting, maka Pembeli yang hendak belanja harus menukarkan dulu uang rupiah dengan talawengkar.
Menurut Plt. Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Subang, Drs. Ade Mulyawadi, M.Si. peluang untuk meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat dapat dilakukan dengan pengembangan wisata lokal.
Banyaknya potensi pariwisata di kabupaten Subang khususnya dan Jawa Barat pada umumnya yang masih bisa dikembangkan. Kampung Bolang menjadi salah satu kampung wisata yang bisa terus dikembangkan, mudah-mudahan potensi alam wisata terus dikembangkan.
Dengan mengembangkan objek wisata daerah dapat menghasilakan pendapatan asli daerah serta meningkatakna pendapatan masyarakat disekitar objek wisata. Mari kita bergerak bersama-sama untuk mengembangkan objek wisata daerah guna meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat. (HUMAS)
Share on Google Plus