Subang akan Menjadi Pusat Rempah Nasional

Subang – Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Bogor Jawa Barat, bersama dengan Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan dan Pemkab Subang menyepakati 4 Kawasan Desa Berbasis Rempah menjadi pusat benih rempah nasional.
Kepala Balitro Bogor Wiratno menyatakan 4 kawasan desa berbasis rempah yakni, Desa Cikadu, Desa Cirangkong, Desa Bantarsari Kecamatan Cijambe, dan Desa Cibalandong Jaya Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang, memiliki potensi untuk menjadi pusat benih rempah nasional, dan dalam waktu dekat ini pihaknya bersama dengan Galuh Pakuan, akan membuat perencanaannya.
"Setelah melihat potensi di 4 kawasan desa berbasis rempah di 4 desa di 2 kecamatan, saya yakin Subang bisa menjadi pusat bemih rempah nasional, dan itu sudah kami bicarakan dengan Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi sebagai penggagas 4 kawasan desa berbasis rempah," ujar Wiratno kepada Wartawan di sela-sela Bimtek Tanaman Lada di Desa Cirangkong Kecamatan Cijambe Subang, Sabtu (13/4/2019).
Wiratno menyatakan, bahwa 4 kawasan desa berbasis rempah ini, akan berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan akan rempah nasional. "Saya yakin Subang, bisa menjadi salah satu kawasan, sekaligus sebagai pusat benih rempah nasional," tegasnya.
Sejak tahun 2019 ini, sampai dengan 5 tahun kedepan lanjut Wiratno, Direktorat Jenderal Perkebunan, ditargetkan bisa menghasilkan 500 juta benih tanaman perkebunan, dengan Program BUN500.
"Ya mudah-mudahan saja, Subang mampu menjadi pusat benih rempah nasional, untuk menjawab program BUN500, yang ditargetkan pemerintah kepada Direktorat Jenderal Perkebunan, yang harus menghasilkan 500 juta benih tanaman perkebunan," pungkas Wiratno.
Terkait Subang akan dijadikan pusat benih rempah nasional, Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi menyambut baik, tawaran dari Balitro tersebut.
Dia menyampaikan kesiapannya, bahkan dirinya dalam waktu dekat akan segera melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pemkab Subang dan Pemerintah Pusat.
"Ini bagus, saya sangat setuju dan mendukung, persoalan lahan di Subang ini banyak tersedia, untuk kita gunakan dalam memproduksi benih rempah, dalam menuju Subang sebagai pusat benih rempah nasional, karena ini akan menjadi bisnis besar bagi masyarakat 4 kawasan desa bernasis rempah, dan tidak hanya lahan yang akan kita siapkan, tetapi juga SDM petani yang akan kita siapkan juga," tegas Evi.
Sementara lahan yang akan disiapkan Galuh Pakuan dan Pemkab Subang kata Evi, selain 4 desa yang sudah ditetapkan menjadi kawasan desa berbasis rempah, juga ada 9 desa lagi, yang sudah sipersiapkan menjadi desa penyangga 4 kawasan desa berbasis rempah tersebut.
Share on Google Plus