Petani Subang Dapat Ilmu Budi Daya Rempah

Subang -  Untuk meningkatkan kemampuan dan sumberdaya manusia (SDM) masyarakat di 4 kawasan desa berbasis rempah, Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Bogor, Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Pertanian dan Kementerian Desa bersama ratusan petani, dan pemuda menggelar Bimtek tentang budidaya tanaman lada, di Desa Cirangkong Kecamatan Cijambe Subang.
Kepala Balitro Bogor Wiratno mengatakan, bimtek yang digelar selama 2 hari Sabtu dan Minggu besok, sebagai upaya dalam mengakselerasikan terbentuknya kawasan rempah di Kabupaten Subang. "Bimtek ini, sebagai upaya kami dalam menyelaraskan kawasan rempah, dengan kesiapan sdm para petani," ujar Wiratno kepada Wartawan di Subang, Sabtu (13/4/2019).
Selain itu kata Wiratno, bimtek ini sebagai bukti keseriusan Pemerintah Pusat dalam mendukung 4 kawasan desa berbasis rempah, sekaligus menjadikan Subang sebagai pusat benih rempah nasional.
"(Nnatinya) para petani tidak perlu repot-repot datang ke Balitro Bogor, tetapi Balitro yang turun dan mendatangi para petani ke sini," terangnya.
Sementara itu antusiasme masyarakat dari 4 kawasan desa berbasis rempah, yaitu desa Cikadu, Cirangkong, dan desa Bantarsari Kecamatan Cijambe, dan desa Cibalandongjaya Kecamatan Cibogo sangat antusias mengikuti bimtek yang menghadirkan pematari Peneliti Balitro, Endang Hadipoenyanti yang mengenalkan varietas tanaman lada dan pembenihan lada dan pemateri lainnya Agus Ruhnayat, yang menjelaskan terkait Teknik Budidaya Lada.
"Jangan kaget jika nanti para petani lada di Subang (kemampuannya) sama seperti para petani lada di Bangka, mereka membawa duit itu pakai kantong kresek, karena begitu banyaknya keuntungan dari lada yang begitu besar," tandas Wiratno.
Share on Google Plus