Perawat RSUD Subang Demo, Tapi...

SUBANG – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Subang tetap berjalan seperti biasanya. Walaupun sebagian perawatnya melakukan aksi demo menyuarakan tentang Tunjangan Kinerja (Tukin) Daerah/TKD dan Jasa Medis (Jasmed), Senin (1/4/2019). Dikatakan oleh Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Subang, Tommy Hidayat dalam akun Facebook-nya menyayangkan adanya pemberitaan yang seakan-akan kegiatan pelayanan dii rumah sakit terabaikan.
"Assalamu'alaikum... Saya atas nama KETUA DPD PPNI SUBANG, mohon maaf sekedar meluruskan berita biar tidak terjadi salah faham dan simpangsiur terkait demo para perawat dan karyawan rumah sakit RSUD Subang tadi pagi.
Bahwasanya tidak ada pasien yang diterlantarkan ataupun terabaikan pelayanannya walaupun sebagian dari perawat ada yang berdemo seputar tukin dan jasa medis
," tulisnya.
Dia menyayangkan pemberitaan di media on-line ataupun media sosial yang beropini seakan-akan kegiatan pelayanan di rumah sakit terabaikan. "Jelas tidak sama sekali mengingat pelayanan di poli (poliklinik) dan ruang rawat inap tetap terjaga dan kondusif," sambungnya.
Lalu dia membenarkan rekan-rekan perawat sedang berupaya memperjuangkan hak-haknya karena menganggap ada perbedaan dalam sistem pemberian tukin yang sudah diatur Perbupnya sejak jaman Pak Wakil Bupatinya Ating Rusnatim. "Bukan pada era Pa H. Ruhimat," tulisnya.
Dalam tulisan tersebut disampaikan telah dilakukan mediasi beberapa kali dengan Bupati serta Sekretaris Daerah (Sekda). "Tetapi belum menemukan titik hasil yang pasti bagi rekan kami yang di RSUD, makanya sebagian atas nama karyawan RSUD berupaya demo sebagai upaya mendapatkan solusi bagi permaslahannya," paparnya.
Kemudian selaku Ketua PPNI, Tommy menyampaikan permohonan maaf kepada anggota PPNI Kabupaten Subang karena tidak bisa memperjuangkan secara maksimal. "Semoga kejadian tadi pagi membuka pintu hati pengambil kebijakan dan tuntutan rekan-rekan kami tentang haknya bisa diwujudkan, mengingat walaupun mungkin tugas rekan-rekan dirasa masih kurang optimal dalam memberikan pelayanan, tapi sesungguhnya beban dan tugas mereka itu tidaklah mudah dan sangat beresiko. Karena setiap hari terpapar dengan penyakit yanng bisa saja menular kepada mereka karena mereka yang setiap saat selalu ada dan dekat dengan pasien," pungkasnya. (Satriya/Foto:Facebook)