LAK Galuh Pakuan Fasilitasi Bantuan 3 Sanggar Seni

SUBANG - Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan memfasilitasi 3 Sanggar Seni di Subang, untuk mendapatkan bantuan dana pembinaan sebesar 300 juta rupiah, yang bersumber dari Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Patih Agung Galuh Pakuan, Bah Renggo mengatakan upaya memfasilitasi ketiga Sanggar Seni asal Subang ini sebagai bukti kepedulian Galuh Pakuan terhadap seni dan budaya yang ada. "Kami dari Galuh Pakuan hanya mampu memfasilitasi bantuan ini melalui Kantor Staf Presiden (KSP), demi hidupnya seni dan budaya di daerah," ujar Bah Renggo kepada Wartawan di Subang, Rabu (24/4/2019).
Bah Renggo menyatakan, bantuan ini juga berkat kerja keras dari Duta Laksana Galuh Pakuan, sekaligus sebagai Staf Ahli Presiden Ariani Djalal, yang berkantor di Istana Negara, yang sudah memfasilitas bantuan tersebut.
"Bantuan ini juga, berkat kerja keras dari Duta Laksana Galuh Pakuan, yang terus mendorong Kemendikbud, untuk secepatnya mencairkan bantuan dana pembinaan untuk ketiga sanggar seni tersebut," terangnya.
Bah Renggo berharap bantuan sebesar 300 juta rupiah untuk 3 Sanggar Seni ini - yang masing-masing 100 juta rupiah, bisa bermanfaat untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya, yang harus dijaga.
Sementara itu ketiga Pimpinan Sanggar Seni yang mendapatkan bantuan itu, yang diwakili Pimpinan Sanggar Seni Way Talatah, Bah Waway menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Raja Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi dan pihak KSP yang sudah memfasilitasi bantuan ini. "Kami haturkan banyak terimakasih, kepada Raja Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, dan Bu Ariani Djalal dari KSP, yang sudah memfasilitasi bantuan ini," kata Waway.
Dia juga menyatakan, bantuan ini, akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengembangkan dan melestarikan seni dan budaya sunda khususnya di Kabupaten Subang. "Insya Allah, bantuan ini akan kami manfaatkan, untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya yang menjadi warisan bangsa ini," tegasnya.
Dibagian lain Duta Laksana Galuh Pakuan sekaligus sebagai Staf Ahli Presiden Ariani Djalal menyatakan, upaya yang dilakukannya itu  hanya bertujuan agar keberadaan seni dan budaya sunda, yang masih ada saat ini, harus tetap lestari dan dijaga, karena seni dan budaya sunda ini merupakan warisan bangsa, yang harus tetap lestari.
"Saya senang sudah bisa membantu para seniman, yang saya kira mereka memiliki integritas, dalam mencintai seni dan budaya yamg menjadi warisan bangsa," singkat Ariani.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers