Ir. Beni Rudiono Dekat dengan Anak hingga Peduli Memberantas Narkoba

SUBANG – Pendidikan bagi anak-anak adalah hal yang penting. Bagi Ketua DPRD Kabupaten Subang, Ir. Beni Rudiono dari ketertinggalan pendidikan anak-anak adalah masalah serius. Maka dari itu memperhatikan pendidikan anak-anak Subang dia lakukan dengan kesungguhan hati. Diantaranya ialah melalui kewenangannya dia berusaha "menggiring" siswa-siswa Subang yang memiliki kemauan kuat dan berprestasi untuk belajar ke luar negeri di antaranya ke Taiwan.

Untuk anak-anak, Beni telah banyak mengangkat anak asuh untuk perhatikan pendidikannya. Itu dilakukan selama melaksanakan tugasnya ketika berkunjung ke daerah-daerah baik dalam kedinasan maupun ketika reses. "Bagi saya Anak adalah masa depan bangsa dan saya ingin memulainya dari diri saya sendiri dan dari lingkungan saya sendiri yaitu Kabupaten Subang," ujarnya Caleg PDI Perjuangan dari Dapil 3 (Kecamatan Dawuan, Kalijati, Cipeundeuy dan Pabuaran) Subang ini.

Kemudian untuk menanggulangi masalah narkoba baik penyebaran dan perlindungan kepada anak dari bahaya narkoba dia pun ikut bersama dalam kegiatan anti narkoba yang digagas oleh Pegiat Anti Narkoba Indonesia (PANI)  maupun para penggiat anti narkoba lainnya.

Kata dia narkoba adalah ancaman serius bagi bangsa. "Saya nggak mau generasi kita dan bangsa ini rusak oleh oleh narkoba. Narkoba adalah musuh bersama yang bahayanya akan mengancam sendi-sendi kehidupan masyarakat maupun Bangsa dan Negara Indonesia," tegasnya.

Dalam kesehariannya yang bersahaja Beni selalu berusaha dekat dengan rakyat. Kata Beni banyak masalah yang dilihat dan berusaha mencari solusinya. Seperti penanganan masalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Dia prihatin dengan penderitaan orang gangguan kemudian berusaha mencari solusi supaya orang-orang yang dianggap sebagai permasalahan sosial bisa bermanfaat. Bahkan dia memiliki pengalaman yang membekas ketika berkunjung ke Panti Rebilitasi ODGJ. "Saya mendengar suara adzan dari balik salah satu ruangan rehabilitasi yang berjeruji. Kata pengasuhnya yang adzan itu adalah pasien (ODGJ). saat saya mulai merasa bahwa kenapa orang gila saja bisa dekat dengan Tuhan? Kenapa  saya nggak bisa lebih dekat dengan Tuhan?" ujarnya.

Sejak itulah dia berusaha menjadi lebih baik dengan menjaga shalatnya karena mendengan pasien ODGJ. "Mungkin itu cara Tuhan mengingat saya, ya?" pungkasnya. 
Share on Google Plus