Gaya Penyelesaian Galuh Bentuk Desa Kawasan di Subang

SUBANG - Setelah menjadi penggagas 4 Kawasan Desa Berbasis Rempah, kini Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan berperan sebagai sentral koordinasi sosial, dalam upaya pengorganisasian masyarakat dengam Pemkab Subang.
Raja LAK Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi melalui Tenaga Ahli Kawasan Desa LAK Galuh Pakuan Arief Desa mengatakan, sentral koordinasi sosial yang dilakukan LAK Galuh Pakuan itu sangat penting untuk pengorganisasian masyarakat melalui budaya, yang menjadi kekuatan LAK Galuh Pakuan dalam merekatkan konsolidasi masyarakat dengan Pemkab nanti.
"Selama ini hubungan birokrasi sudah cukup baik antara masyarakat dengan Pemkab Subang, namun dukungan LAK Galuh Pakuan diharapkan dapat menggerakan hati masyarakat, untuk saling memajukan daerah atau desanya masing-masing di 4 kawasan desa berbasis rempah itu," ujar Arief kepada Wartawan di Subang, Rabu (3/4/2019).
Pendekatan dan konsolidasi sosial melalui Budaya yang dilakukan LAK Galuh Pakuan itu kata Arief, karena tidak menutup kemungkinan usaha yang dilakukan birokrat sudah sedemikian rupa,  tetapi bisa saja mendapatkan kendala dilapangan, kegaduhan, yang tidak bisa diantisipasi, akibat adanya anggapan di tengah-tengah masyarakat yang merasa termarginalkan.
"Keributan atau kegaduhan yang dikhawatirkan timbul di masyarakat, bisa diselesaikan oleh LAK Galuh Pakuan melalui pendekatan budaya," tegasnya.
Oleh karena itu, segala komunikasi lanjut Arief, harus terus diusahakan sebaik mungkin agar keberadaan 4 kawasan desa berbasis rempah ini, bisa clear dan clean, sehingga terwujud Subang sebagai poros maritim berbasis rempah, dalam menjawab keberadaan Pelabuhan Laut Internasional Patimban, sekaligus didukung dengan terbentuknya Industrialisasi Kawasan Pedesaan (IKP) berbasis rempah, dan ke 4 kawasan desa itu menjadi Kawasan Ekonomi Kerakyatan (KEK). (Ist)