Dua Bencana Landa Subang, Ini Kerugiannya

SUBANG – Dua peristiwa bencana alam terjadi pada waktu hampir bersamaan melanda wilayah Subang, Sabtu malam (26/7/2019).
Pertama terjadi peristiwa longsor di Kampung Cibuluh Hilir RT 10/07 Desa Cikadu Cijambe yang terjadi sekira pukul 8 malam. Longsor dengan tinggi sekira 12 meter dan lebar tanah 50 meter. Bencana tersebut dikarenakan curah hujan sangat deras dalam waktu yanng lama.
Akibat longsor 4 rumah milik Bapak Maed (40 tahun), Bapak Mista (50 tahun), Bapak Rosim (41 tahun) dan Bapak Goni (49 tahun) mengalami rusak di bagian belakang dan 2 rumah milik Bapak Widia (42 tahun) dan Bapak Dono (42 tahun) rawan terkena longsoran tanah.
Dikatakan salah seorang korban, Rosim sebelum bencana dirinya sedang bercengkrama dengan keluarganya di ruang tamu. "Namun tiba-tiba dari arah dapur datang suara seperti sesuatu yang menimpa tembok dapur rumah miliknya, dan sontak mengagetkan semua anggota keluarga, ketika dilihat, ternyata matrial tanah dari longsoran itu masuk ke dalam dapur, terangnya.
Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Kabupaten Subang bersama 30 aparatur Babinsa Koramil 0512/CJB bersama warga yang tergabung dalam "Rukun Tani Galuh" melakukan pembersihan tanah longsor dengan cara manual ke rumah yang terdampak bencana. Selanjutnya berupaya mengungsikan warga ke tempat yang lebih aman untuk menghindari bencana longsor susulan.
Kemudian BPBD Kabupaten Subang menyalurkan bantuan berupa logistik keperluan sehari-hari untuk korban terdampak dan bantuan untuk menanggulangi bencana berupa karung dan bronjong.
Mengenai nilai kerugian berdasarkan data BPBD Kabupaten Subang sekira 100 juta rupiah.
Lalu berselang tidak lama bencana banjir bandang melanda daerah Kampung Citombe RT 03/01 Desa Buniara Kecamatan Tanjungsiang yang diakibatkan curah hujan tinggi. Terjangan air bah melanda 1 unit rumah yang dihuni Ibu Majene (80 tahun) 80 thn dan Bapak Sukarya (55 tahun) dan areal persawahan sekira 4 hektar serta 3 unit rumah millik Ibu Oneng (30 tahun), Bapak Ade Tarman (45 tahun) dan Bapak Mursan (38 tahun) menjadi rawan ancaman bencana.
Selanjutnya tim BPBD bergerak ke lokasi dan melakukan assesmen dan bersama aparat TNI, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan aparatur desa melakukan pembersihan material yang menghambat saluran air Cioray supaya mengalir lancar kembali.
Bantuan diberikan berupa air mineral sebanyak 5 dus, tikar dan bronjong 15 unit.
Share on Google Plus