Pertanyakan CSR, Ini yang Perlu Dilakukan

SUBANG – Mengenai besaran dan alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di Kabupaten Subang sangat tidak jelas. Dikatakan Ketua Umum Barisan Putra-Putri Nusantara (Bapinus) dirinya menuntut adanya transparansi pengelolaan CSR. Menurut dia upaya transparansi perlu dilakukan untuk mengoptimalkan tentang cara pengelolaannya. "Apalagi selama ini banyak suara miring tentang pengelolaan CSR. Makanya supaya tidak menjadi penyimpangan maka perlu dilakukan secara transparan," ujarnya kepada Reporter Jabar melalui pesan singkat.
Pentingnya transparansi ini juga untuk menghindari fitnah akibat dari keterbatasan informasi yang diketahui oleh masyarakat. "Artinya begini anggap saja perusahaan atau pemerintah (Kabupaten Subang) benar mengelola CSR, tetapi karena akibat informasinya terbatas atau bahkan sulit diketahui warga, lalu timbul anggapan yang menjurus pada fitnah. Ini 'kan bahaya,' tuturnya.
Dia meyakini CSR bisa mendukung suksesnya Program Jawara Pemkab Subang. "Intinya kita pertanyakan ini supaya potensi besar CSR itu tidak sia-sia. Tetapi sebaliknya malah mendukung pada Program Jawara-nya (Pemkab) Subang," katanya.
Senada dikatakan warga Subang, Amung Sunarya yang menyebutkan transparansi pengelolaan CSR sangat kurang. "Karena walaupun bagaimana pun CSR itu nilainya besar. Hanya kita nggak tahu berapa nilainya? Alokasinya untuk apa saja? Kita nggak tahu," tuturnya.
Dia berharap kepada pihak terkait atau pengelola CSR supaya transparan dalam memberikan informasinya. "Kami sebagai warga negara warga negara Republik Indonesia khususnya Kabupaten Subang yang kaya raya ini ingin mengetahui soal CSR. Ini demi kemajuan Subang yang tercinta ini," imbuhnya.
Kata dia perusahaan di Subang jumlahnya banyak dan nilai CSR yang dihasilkan cukup besar. "Dari ratusan perusahaan yang ada di Subang itu belum jelas CSR-nya. Besar dan transparansi penggunaannya itu untuk apa saja," tuturnya.
Selama ini lanjut Amung hanya mengetahui dari obrolan teman-temannya. Dia mengusulkan supaya ada dialog atau diskusi mengenai pengelolaan CSR dengan baik dan benar "Saya ingin belajar mengetahui bagaimana itu CSR dikelola. Dengan obrolan itu bisa mendapatkan informasi dengan benar. Barangkali ada masukan dari kita juga supaya alokasi CSR itu bisa optimal," ungkapnya.