Pengamat Kritisi Debat Capres/Cawapres

SUBANG – Jalannya kampanye presiden dan wakil presiden di Indonesia pada Pemilu 2019 mendapatkan kritik. Dikatakan oleh pengamat politik, Gun Gun Heryanto khususnya perhatian pada jalannya Debat Calon Presiden dan Wakil Presiden yang sebarannya dijadwalkan pada akhir masa kampanye. "Alangkah lebih baik bila (debat capres) disebar dan dimulai sejak awal. Ini pengaruhnya perbincangan warga. Seperti sekarang warga tidak membicarakan program (capres/cawapres). Karena debat baru dimulai Januari (2019) padahal kampanye sudah dimulai sejak September (2018)," tuturnya saat menjadi salah satu narasumber Workshop Bidang Isi Siaran yang dilaksanakan olah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat di Karawang, Kamis (21/3/2019).
Dengan ngumpulnya jadwal waktu debat diakhir masa kampanye ada jeda kosong sehingga perbincangan warga membahas hal-hal yang tidak perlu. "Karena ada jeda yang kosong akhirnya yang soal 'genderuwo' dan 'sontoloyo' muncul dalam perbincangan warga," ungkapnya.
Kemudian kata Gun Gun mengenai yang hadir di venue debat harusnya yang berkaitan dengan tema debat. "Misalnya kalau tema debat mengenai tentang kesehatan yang hadir adalah tenaga kesehatan perawat, dokter atau ikatan profesinya. Ketenagakerjaan organisasi tenaga kerja," imbuhnya.
Kata dia menghadirkan panelis dan peserta pemilu yang sesuai dengan tema debat sangat bisa dilakukan. Karena pernah dilakukan pada debat Pilkada DKI Jakarta terakhir. "Waktu itu debat soal nelayan dan penghuni apartemen karena yang dibahas masalah itu," katanya.
Pada Workshop tersebut yang membahas tentang Penyiaran, Pemberitaan dan Iklan Pemilu 2019.
Kemudian Gun Gun menguraikan mengenai peran media penyiaran pada Pemilu ialah membentuk opini yang berkembang di masyarakat dengan melakukan pemeringkatan isu yang disampaikan kepada masyarakat. Namun kata dia tantangan media juga cukup komplek.
Lalu mengenai regulasi yang mengatur media dan pemilu banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.
Pada kegiatan tersebut hadir pula Komisioner Pengawasan Isi Siaran KPID Jawa Barat, Mahi M. Hikmat dan Komisioner KPU Periode 2012 – 2017, Fery Kurnia. Dengan peserta para pengelola radio dan pejabat pemerintah di Subang, Bekasi, Karawang dan Purwakarta.