KSP Merasa Kehadiran Mentan di Subang Dibajak Birokrasi Subang

SUBANG – Staf Kepresidenan Republik Indonesia merasa Kehadiran Menteri Pertanian, Amran Sulaeman ke Kawasan Desa Berbasis Rempah di Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang Jawa Barat, dibajak birokrasi Subang, dengan alasan Mentan menghadiri Festival Kopi Subang di Alun-alun Subang, Rabu (27/3/2019).
Menurut Staf Kepresidenan, Ariani Djalal acara ke Cijambe sudah disusun jauh-jauh hari dan diserahkan kepada Protokoler Kementerian Pertanian (Kementan). Tapi tiba-tiba dibelokan oleh birokrasi Pemkab Subang masuk dalam roundown acara festival kopi Subang. "Saya kaget, ketika melihat roundown acara Festival Kopi Subang di Alun-alun Kabupaten Subang, kok Pak Mentan Pak Arman Sulaeman, dijadwalkan menyerahkan bibit rempah-rempah di Alun-alun, bukannya di acara peresmian Kawasan Desa Berbasis Rempah Kecamatan Cijambe, padahal yang mengundang Pak Arman itu KSP bukannya Pemkab Subang, sejak jauh-jauh hari pihaknya sudah menggelar Rapat Koordinasi, terkait kunjungan kerja Presiden di Kawasan Desa Berbasis Rempah," ujarnya kepada awak media di Rumah Makan Purnama, Jl. A. Yani Subang sebagaimana dikutip BeritaAktualNews.com, Selasa (19/3/2019).
Koordinasi tersebut sambung dia dilakukan pekan lalu, dengan mengundang Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, Forkopinda, dan semua stakeholder terkait lainnya. Dengan mengagendakan kedatangan Presiden Jokowi ke lokasi Cijambe.  "Namun berhubung Presiden Jokowi berhalangan hadir ke Subang, karena berbarengan dengan Jadwal Kampanye Presiden Jokowi di Pontianak Kalimantan Barat, jadi yang datang Menteri Pertanian," katanya.
Semestinya kata Ariani, birokrasi Pemkab Subang itu paham dan mengerti, bahwa yang mengundang Bapak Presiden dan Kementan itukan KSP. "Bukanya Birokrasi Subang, mereka juga kami undang saat Rakor waktu itu, saya tidak habis pikir apa yang ada dibenak mereka birokrasi di Subang ini," ujarnya dengan nada sesal.
Kalau begini caranya, lanjut dia birokrasi Subang ini mau menjatuhkan Istana. Padahal ketika ada rencana peresmian Kawasan Desa Berbasis Rempah yang digagas Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, dengan mengundang Presiden Jokowi, Istana Negara dan berkoordinasi langsung dengan Bupati Subang Ruhimat. "Itu kami lakukan sebagai upaya saling menghargai dan menghormati jalur birokrasi dan kami dari Istana Negara tidak mau menjatuhkan Birokrasi Subang, bahkan saya langsung menghadap Pak Bupati Subang Ruhimat, sebagai bukti Istana menghargai jalur birokrasi, tetapi sebaliknya birokrasi di Subang kok begini?" sesalnya.
Lalu kata dia berharap, Bupati Subang  hati-hati dengan birokrasi yang ada di sekelilingnya, karena bisa menjadi gurita, yang bisa membahayakan keselamatan jabatan Bupati Subang sendiri dan saya mohon Pak Bupati Subang Ruhimat, untuk lebih berhati-hati, karena persoalan ini, Pak Bupati bisa celaka akibat ulah birokrasi di sekeliling Pak Bupati," pungkasnya. (Ist/BAN)