Komunitas Upas Kritik Penanganan Sampah dengan Kerja Bakti

SUBANG - Persoalan membuang sampah sembarangan menjadi perhatian warga Pagaden yang tergabung dalam komunitas Urang Pagaden Asli (UPAS). Mereka berinisiatif membersihkan gunungan sampah yang berlokasi di dekat Pasar Inpres, perbatasan antara dua desa, Desa Kamarung dan Desa Sukamulya, pada Minggu (10/03/2019).
Dengan dibantu para Kepala Dusun (Kadus) dan Kepala Desa Komunitas UPAS berupaya membersihkan sampah yang sudah meresahkan. "Ini inisiatif kami sebagai warga Pagaden bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan tempat tinggal kami agar bersih, nyaman dan indah," ujar Ketua UPAS, Asep Saepudin.
Kata Asep, anggota komunitas merasa bertanggung jawab untuk memulai gerakan sosial yang peduli kebersihan.
"Sampah ini semakin lama semakin menumpuk, mejadikan pemandangan tidak elok, berbau busuk. Itu bisa mendatangkan penyakit dan bisa menimbulkan banjir jika hujan deras," katanya.
Untuk itu pihaknya mengajak semua orang terutama masyarakat sekitar Pagaden agar membuang sampah pada tempatnya. "Mulai dari diri kita sendiri, sekaligus memberikan contoh kepada anak anak kita, supaya terbiasa hidup bersih dan teratur," imbuhnya.
UPAS juga meminta kepada pemerintah terutama dinas terkait agar merancang strategi program penanganan sampah ini secara rapi. Menyediakan tempat pembuangan akhir yang dekat dan memadai serta menyediakan armada yang lebih banyak. "Agar sampah tidak terlantar di sana-sini," imbuhnya lagi.
Dia meminta mulai dari Pemerintah desa sampai Bupati Subang supaya ada penanganan serius soal sampah. "Sebelum semua dibersihkan, kami akan pagari dulu area ini agar tidak ada yang buang sampah di sini lagi," tandas Asep Saepudin.
Di saat yang sama, Kepala Desa Kamarung Agus Warsito mengaku siap mendukung kegiatan komunitas UPAS ini.
"Saya ucapkan terimakasih banyak kepada kelompok UPAS. Alhamdulillah, kami pemerintah desa bangga dan siap merespon apa yang dibutuhkan.
Saya perintahkan kadus semua untuk warga agar terlibat. Di sini ada Koramil juga," katanya.
Kepada semua warga baik warga Pagaden atau luar Pagaden supaya tertib dalam buang sampah. "Mari jaga kebersihan bersama. Kami sampai malu dapat sorotan dari mana mana termasuk teguran dari pihak sekolah dasar dekat sini karena baunya sudah mengganggu aktifitas sekolah," katanya lagi.
Kades Agus sendiri telah minta Muspika untuk membangun membantu angkutan kendaraan sampah agar ditembuskan ke Dinas Lingkungan Hidup.