Jepang Butuh Banyak Tenaga Kerja, Inilah Lowongannya

SUBANG -  Perusahaan di Jepang saat ini sangat membutuhkan banyak tenaga kerja. Oleh karena itu kata Executive Direktur Indonesia Japan Bussines Forum (IJBF), Moch. Teguh pengusaha Jepang akan memberikan kesempatan bagi para pekerja Kabupaten Subang untuk bekerja di Jepang dengan pengajuan ke pemerintah provinsi namun direkomendasikan harus kursus bahasa dengan pihak Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk menunjang Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.  "Selain pengajuan namun harus direkomendasikan harus kursus bahasa di UPI," ujarnya menjelaskan pada kunjungannya pembahasan Program Bahasa Jepang dan Pemagangan ke Jepang di Ruang Rapat Bupati I, Rabu (13/3/19).
Selanjutnya kata dia bekerja ke Jepang diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. "Karena penghasilan di Jepang lebih dari 10 juta (rupiah)/bulan artinya (mampu) meningkatkan devisa negara yaitu 10 milyar selama 6 bulan," katanya.
Pihaknya memastikan program pengiriman tenaga kerja  tersebut akan mengikuti aturan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Perwakilan pengusaha Jepang, Mr. Kazuya membenarkan bahwa perusahaan di Jepang membutuhkan sekitar 1.450.000 orang tenaga kerja. "Namun pada bulan April akan mulai direkrut sekitar 345.150 tenaga kerja," ujarnya.
Pada bulan April 2019, Jepang akan mulai menerima TKI diantara tenaga perawat, pemelihara gedung, industry, elektronik. "Dengan dilakukan training terlebih dahulu," imbuhnya.
Kemudian dikatakan bahwa sekarang untuk tenaga perawat terutama untuk merawat manula di Jepang sangat minim dan peminatnya sedikit. "Sehingga dibutuhkan tenaga perawat saat ini," imbunya.
Hal senada dikatakan Mr. Ogawa dari Mino Industry menjelaskan bahwa perusahaannya sudah merekrut pekerja Indonesia dan mulai sekarang akan merekrut lebih banyak lagi. "(Karena) pekerja TKI yang bergerak dalam bidang industri dan elektronik sangat terlihat kinerjanya sangat memuaskan," katanya.
Bupati Subang, H. Ruhimat sangat mengapresiasi Pengusaha Jepang dalam merekrut TKI asal Subang dengan cara meningkatkan dan pengembangan. "Kami akan serius atas kerjasama dengan Jepang dengan akan menyiapkan 213 SDM untuk dilatih bahasa terlebih dahulu," ujarnya.
Dia berharap kerjasama tersebut dapat berjalan berkelanjutan sejalan itu akan mendisiplinkan anak-anak yang mau bekerja ke Jepang.