Jawab Peluang BIsnis dengan "Desa Kawasan"

SUBANG – Untuk mempersiapkan Desa Kawasan di Subang Jawa Barat, Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan telah dilakukan langkah-langkah memberdayakan masyarakat dengan menanam rempah.
Dikatakan Raja LAK Galuh Pakuan, Evi Silviadi kemudian membangun jaringan internet V-Sat yang ang terjangkau oleh masyarakat. "Kita lakukan ini untuk mempermudah apabila kemudian produk rempah menghasilkan," ujarnya kepada Reporter Jabar, Jum'at (29/3/2019).
Diungkapkan oleh Evi bahwa upaya ini bagian dari strategi dalam mewujudkan "Subang sebagai Poros Maritim ‎Berbasis Rempah". Peluang itu kata dia sudah ada di depan mata dengan yaitu dengan akan adanya Pelabuhan Internasional Patimban. "Kita siapkan komoditas karena untuk untuk pengiriman lebih dekat. Supaya nantinya Rakyat Subang bisa berkiprah sebagai pelaku utamanya. Tidak lagi menjadi objek," tuturnya.
Desa Kawasan yang dibangun terdiri dari 4 desa yang tersebar di 2 kecamatan yaitu Desa Cirangkong, Desa Cikadu dan Desa Bantarsari di Kecamatan Cijambe dan Desa Cibalandong Jaya Kecamatan Cibogo.
Hingga kini kata Evi penanaman rempah telah dilakukan diantaranya menanam sereh wangi dan lada. Upaya warga ini mendapat dukungan dari Kementerian Desa, Pembangunan Dearah Tertinggal dan Transmigrasi berupa bibit sereh wangi dan bibit lada serta jaringan internet V-Sat sebanyak 3 unit yang ditempat di 3 desa.
Kemudian untuk mempercepat pihaknya akan segera membentuk Kantor Bersama yang menjadi tempat koordinasi dari 16 kementerian terkait dengan Desa Kawasan dan membentuk Badan Usaha Milik Antar Desa (BUMADes) di Desa Kawasan.
Melalui Desa Kawasan ini lanjut dia ingin mendorong kemandirian masyarakat desa dalam memberdayakan potensi desanya. "Sehingga dalam tahapan (membangun kemandirian) ini saya berpikir 2 tahun kedepan minimal penghasilan dari Desa kawasan ini sebesar 45 miliar (rupiah) per tahun melalui penjualan komoditas rempah," katanya.
Desa Kawasan yang dirintis sekarang merupakan percontohan nasional. Karena baru petama kali di Indonesia pembangunan desa yang berkat inisiasi dari warga pemudanya. "Ini menjadi Percontohan Nasional karena Desa Kawasan ini berasal dari inisiasi pemuda dari bawah atau bottom up," katanya lagi.
Harapan lain disampaikan Noviyanti Maulani sebagai salah seorang pendukung Desa Kawasan meginginkan dengan kehadiran internet ke desa tersebut akan memberikan dampak positif. Maka dari itu setelah terpasang dijajagi arah penggunaan internet secara umum. "Sehingga bisa meminimalisir efek negatif internet. Saya juga nggak ingin atuh internet disalah gunakan. Maka setelah terpasang ingin menjajagi (penggunaan internet) dimasyarakat," ujarnya.
Mengenai pemasaran rempah, lanjut dia kita telah membuka jaringan langsung melalui MoU dengan negara-negara konsumen rempah. “Baik di Asia maupun Eropa,” pungkasnya. (Satriya)