Istilah "Non-Muslim" justru Sangat Kasar. Ini Penjelasannya



Prolog:
Tulisan ini merupakan karya Sultan Takdir Alisyahbana, salah seorang teman jurnalis yang dipostingkan dalam FB-nya tanggal 27 Nopember 2017 lalu.
Tujuan dipublikasikannya tulisan ini sekedar ingin memberikan pencerahan secara "agak" ilmiah dengan gaya "sedikit" gaul.😀
Tulisan ini saya edit sekedar supaya agak "enak" dilihat dan nyaman dibaca. Minimal oleh penulis. 😃
Semoga tulisan ini bisa manambah khasanah wawasan.


Selamat menikmati. Semoga bermanfaat dunia akherat.
Jadi awalnya gini gaes... sebelum ada peristiwa penistaan ini dan ituh.


Di masjid kampus... saya lagi menjelaskan tentang macam atau jenis "KAFIR" dalam Ajaran Islam, terlebih ada yg mengenai mereka "KAFIR" yang dilindungi dan tidak boleh diperangi dll
Eh tiba tiba ada yang nyeletuk:
"Ga boleh lu bilang-bilang kafar-kafir kafar-kafir! Islam gak ngajarin itu."
"Trus apa donk mas?"
"Bilang aja non-muslim."
"Owh... gitu ya, Mas? Trus, Mas kalo ngaji surat Al-Kafirun bacanya gimana mas? KUL YAA AY-YUHAL NON MUSLIM?"
Lagian penyebutan non-Muslim itu kalau di Artikan ngeri lho gaes.. MUSLIM itu kan dalam Bahasa Arab yang kalau diartikan artinya orang-orang yang selamat, nah kalau di kasih "Non", kan artinya "Tidak Selamat" atau "Bukan orang-orang yg selamat to"?
Sejujurnya gak mau pake Istilah non Muslim, tapi di Indonesia sudah terlanjur kebiasaan pake Istilah non muslim biar tidak terdengar Kasar.
"Lhoooo Justru Non-Muslim itu kasar lho... tapi gimana lagi, mereka maunya dipanggil begitu ya saya pasti manut dan saya pun ga pernah sekalipun menyebut orang-orang non-Muslim itu Kafir.
Padahal ya kalau ditelusuri kenapa kafir itu seolah kasar.. Ternyata ada sebuah kitab dari Ajaran Agama diluar Islam yang menerjemahkan istilah dalam kitab asalnya itu diterjemahkan kafir atau mengambil kata serapan KAFIR untuk menjelaskan istilah dalam kitabnya tersebut, dan dalam ajarannya, jika ada seseorang menyatakan kafir dikalangan mereka itu adalah dosa dan itu harus dibawa ke pengadilan agung dan lain-lain sebab kafir itu hal yang buruk dan tidak baik.

Padahal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia "kafir" itu artinya yang tidak mengimani atau tidak percaya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah.

Saya disini tidak bermaksud mengkafir-kafirkan orang, saya hanya menjelaskan Apa itu kafir dan jenis nya.
Kalau ada sekelompok orang mengkafirkan orang untuk menghina dan merendahkan, ya itu urusan mereka. Jangan sama ratakan semua orang itu seperti mereka. Toh dalam Ajaran Agama Islam itu jelas kok mengenai Hal ini. Bahkan Dilarang membunuh Kafir yang berada dibawah Naungan Islam dan Kafir yang berada di negara Kafir yang terpaut perjanjian damai dengan Islam / Negara Islam kala itu dan mereka yang tidak memerangi Umat Islam. Kata Rasulullah dalam Hadits Shahihnya "Jika mereka melakukan itu (membunuh) maka mereka tidak akan mencium Bau Surga.
Jelas itu dilarang !
Yuk, mari budayakan membaca sampai tuntas.
Kenapa Islam menggunakan kata Kafir?
Kafir dalam Islam bukan untuk menghina lho gaes.

Kami kutip dari Tulisan Pondok Pesantren Al-Badar ( biar gak dikata menjiplak seperti tetangga saya sebelumnya hahaha).
Kafir ( bahasa Arab: ﻛﺎﻓﺮ kafir; Jamak ﻛﻔﺎﺭ kuffar ) Kafir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak atau menutup, (dalam Bahasa Inggris sendiri "Cover" itu 'kan artinya menutup, 'kan? Jadi gak jauh beda.) Bahwa Kafir itu juga berarti menutup hatinya untuk Percaya Kepada Allah dan Rasul-Nya. Bisa juga berarti menyembunyikan sesuatu, atau menyembunyikan kebaikan yang telah diterima atau mengingkari kebenaran.

Secara istilah, kafir adalah orang yang menentang, dan menolak kebenaran dari Allah Swt yang di sampaikan oleh Rasul-Nya. Secara singkat kafir adalah kebalikan dari iman. kalau dilihat dari sisi istilah, bisa dikatakan bahwa kafir sama dengan non muslim (istilah lembutnya), yaitu orang yang tidak mengimani Allah dan rasul-rasul-Nya serta ajarannya. Kafir adalah Lawan dari Iman.
Macam Macam Kafir.

Kitab Syarah Safinatun Najah dijelaskan:
Kafir itu ada empat macam :
Kafir inkar yaitu orang yang tidak mengenal Allah sama sekali dan tidak mau mengakui-Nya. Kafir Juhud yaitu orang yang mengenal Allah dengan hatinya, namun tidak mau mengakui/mengikrarkannya dengan lidahnya seperti kufurnya Iblis dan Yahudi.
Kafir Nifaq yaitu orang yang mau berikrar dengan lisan namun tidak mempercayai-Nya dalam hatinya.
Kafir 'Inad yaitu orang yang mengenal Allah SWT dalam hatinya, dan mengakui dengan lidah-Nya, namun tidak mau melaksanakan ajaran-Nya, seperti Abu Thalib.
Merujuk kepada makna bahasa dan beragam makna kafir dalam ayat al-Quran, Kafir terbagi menjadi
beberapa golongan, berikut ini adalah kenis-jenis kafir:


1. KAFIR HARBI, yaitu orang kafir yang memerangi Allah danRasulullah dengan berbuat makar diatas muka bumi. (QS. Muhammad : 4)
2. KAFIR DZIMMI, yaitu orang kafir yang tunduk pada penguasa islam dan membayar jizyah/upeti/Pajak. (QS. At Taubah :29)
3. KAFIR MUAHAD, yaitu orang kafir yang tinggal di Negara kafir, yang ada perjanjian damai dengan Negara islam. (QS. Al Anfal : 58)
Sabda Rasulullah saw, "Barangsiapa yang membunuh seorang muahid maka tidak akan mencium bau surga…" (HR. Bukhori)"
4. KAFIR MUSTA'MAN, yaitu orang kafir yang masuk ke Negara islam,dan mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah. (QS. At-Taubah : 6)

Penyebutan kata-kata kafir, tidak selamanya mempunyai konotasi berakhlak buruk, jahat, dan sifat-sifat kotor lainnya. dan tidak juga pelecehan nilai-nilai kemanusiaan, karena semua manusia adalah ciptaan Allah. dan dari segi humaniti semua manusia adalah saudara. Akan tetapi penyebutan kata kafir lebih kepada masalah keimanan, dimana mereka tidak mau mengimani Allah Swt sebagai Tuhan, dan Muhammad SAW sebagai Rasul-Nya serta mengingkari ajaran-ajarannya.

Sebenarnya jika mereka memahami arti dan konsekuensi dari kata non muslim, sebenarnya tanpa disadari mereka rela dipanggil kafir dari perspektif islam, Hanya mungkin kedengarannya lebih halus, ketimbang disebut sebagai kafir. Orang-orang kafir ternyata berakhlak mulia ? Bisa saja orang-orang kafir berakhlak baik, seperti jujur, tidak korupsi, tidak berzina, berbuat baik dengan tetangga, menyantuni orang miskin, dll. Namun akhlak baik itu tidak cukup untuk menghapuskan status dia dari katagori orang kafir, manakala mereka tetap ingkar kepada Allah, atau ingkar kepada rasul-rasulnya termasuk Nabi Muhammad dan ajarannya. Tapi sekali lagi hanya sebatas keimana saja.

Dalam al-Quran surat Al-Maidah ayat 5: dihalalkan bagi kalian perempuan-perempuan yang terjaga kehormatannya dari ahli kitab (yahudi/nasrani). Artinya ada dari kalangan mereka yang secara manusiawi melakukan akhlak atau perilaku yang baik. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak seharusnya seorang muslim memanggil orang kafir dengan sebutan kafir (wahai orang kafir), meskipun seorang muslim wajib yakin bahwa orang selain islam adalah kafir karena Al- Quran telah jelas menyatakan hal itu.
Rasulullah SAW dalam berinteraksi dengan orang-orang Yahudi, atau orang musyrik, kafir Quraisy, yang mana mereka adalah golongan orang-orang kafir, Rasulullah tidak memanggil dengan sebutan "ya kafir". Tapi beliau menyebut misalnya orang Yahudi, Nasrani, Quraish, bahkan ketika mengirim surat ke Raja Romawi menggunakan kata-kata "ya adhimu Rum".

Jadi, Rasulullah saja gak nyebut wahai orang afir. Nggak. Palingan nyebut wahai orang-orang Yahudi.  Orang Nasrani. dan itupun dalam kelompok orang banyak. bukan satu persatu orang. dan kalau masalah keimanan dan penyebutan dari Tuhan. Tetap menggunakan istilah "kafir".


Kalau ada di kitab agama lain bahwa istilah Kafir itu kasar dan kotor, masalahnyaaa mereka meminjam Istilah Kafir dalam Bajasa Indonesia.... padahal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kafir itu ya lawan katanya beriman kepada Allah dan Rasul. mereka salah ambil kata serapan. Istilah kafir itu yg punya Islam. Dari bahasa Arab... Sekali lagi itu Bahasa Al-Qur'an. Bukan bahasa Kitab lain. Siapa suruh ambil terjemahan yang akar katanya dari bahasa Kitab kami? La wong artinya itu jaauh berbeda dengan kafir dalam Qur'an.

Saya juga gak ada maksud untuk menyinggung yang lain lho. Karena banyak yang salah mengartikan menenai kata "Kafir" dalam Islam. Padahal masing-masih Agama mempunyai penyebutan sendiri-sendiri untuk golongan yang tidak beriman kepada Tuhan mereka. Dan sekali lagi, jika ada sekelompok orang mengatasnamakan Islam untuk mencela dengan memakai Istilah kafir. Salahkan mereka. Jangan salahkan Agama dan Ajaran Agama Kami.

Saya pribadi. ya hidup di lingkungan Non-Muslim. Saya Punya Bapak Angkat dari Etnis Tionghoa. Bapak Angkat dan Ibu angkat Saya di Bali Orang Nasrani. Ada Juga Orang Tua Angkat saya beragama Hindu. Punya Sahabat Sebangku saya. sahabat karib saya itu Agamanya Buddha. Teman-teman saya siaran di Bali banyak yg beragama Hindu dan sudah seperti saudara sampai sekarang.
Saya bahkan Punya guru nyanyi seorang Romo beragama Katolik. Punya guru menyanyi Orang Batak Protestan dan sudah seperti bapak dan Ibu saya sendiri... dan kami sangat saling menyayangi sampai sekarang.


Jadi gak ada keinginan untuk mencederai satu golongan tertentu dalam Tulisan ini. Sekali lagi. Hanya ingin meluruskan agar tidak salah penafsiran lagi mengenai "KAFIR" tadi. Dan jika ada yg menyalahgunakan, salahkan mereka yg menggunakan! 
Ajaran Agama kami tidak pernah mengajarkan hal yang sedemikian.‎

Wallahu'alam Bish-Shawab.