Beredar Surat Terbuka RM untuk Indonesia dan Keluarganya

Reporter Jabar - Beredar surat terbuka kepada Indonesia dari romahurmuziy pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam isi surat tersebut menyebutkan bahwa yang terjadi di dalam proses tidak seperti yang diberitakan oleh media massa.

Romahurmuziy atau yang biasa di sapa Romi menyebut dirinya dijebak dari menerima pertemuan atau silaturahmi yang dilakukan di hotel tempat dia dilakukan OTT.

"Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan atau saya rencanakan bahkan firasat pun tidak. Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah lobby hotel yang terbuka dan semua tamu bisa melihatnya ternyata niat baik ini justru menjadi petaka dengan adanya informasil pembuntutan saya selama beberapa pekan bahkan bulan," tulisnya dalam surat tulis tangan tetanggal 15 Maret 2019.

Di bagian lainnya menyebutkan bahawa dia akan mengambil keputusan sebagai pemimpin dengan langkah-langkah yang terukur dan konstitusional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. "Mohon doanya kepada warga PPP di seluruh pelosok tanah air rekan-rekan pengurus DPP DPW DPC dan ranting sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas seluruh persepsi dan dampak akibat kejadian yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak ini," tulisnya lagi.

Kemudian dia meminta kepada seluruh kader induk tetap semangat. "Jangan kendurkan perjuangan karena waktu menuju Pemilu hanya tinggal hitungan hari saya sudah keliling nusantara dan meyakini PPP lebih dan mampu untuk melewati ambang batas parlemen saya akan segera mengambil keputusan yang terbaik untuk organisasi setelah bermusyawarah dengan rekan-rekan fungsionaris DPP dan DPW dalam keterbatasan komunikasi yang saya miliki saat ini," tulisnya.

Lalu kepada keluarga besarnya meminta maaf.  Khususnya kepada anaknya unjuk tetap konsentrasi belajar karena akan menghadapi ujian nasional (UN).

"Ayah mohon keyakinan kalian bahwa apa yang sesungguhnya terjadi tidak seperti yang tampak di media ikhlaskanlah takdir yang menimpa Ayah sebagai pemimpin saat ini. Anakku permataku dan pembuat senyumku engkau harus tetap belajar yang rajin karena UN sudah dekat tidak usah kau pedulikan apa kata orang jika mereka membeli mu karena inilah resiko menjadi pemimpin politik seperti yang selalu ayah bilang Ayah doakan semoga engkau tetap menjadi yang terbaik seperti biasanya di sekolahmu.
Peluk cium ayahmu dari jauh yang selalu mencintaimu," katanya.

Posting Komentar

0 Komentar