Terungkap Bupati Subang Ternyata Pernah Begini

SUBANG - Ternyata masa lalunya pernah menjadi loper koran untuk membiayai sekolahnya. Hal itu diungkapkan saat ditanya warga dalam acara Ngawangkong Nyampaikeun Informasi (Ngampar) di Wisma Karya Subang, Rabu sore (6/2/2019).
Kemudian kata Bupati pengalaman hidupnya agar menjadi motivasi kepada yang lainnya. Lalui disampaikan bahwa kegiatan Ngampar adalah kegiatan dalam rangka menerima aspirasi masyarakat untuk memajukan Kabupaten Subang. Menerima aspirasi dalam kegiatan Ngampar ini akan dilakukan setiap bulan di tempat-tempat lain. "Saya perlu mitra yang mau menyampaikan aspirasinya demi perbaikan Subang ke depan. Nggak mungkin itu bisa diselesaikan dalam pertemuan secara formal. Rencananya tiap ‎bulan dilakukan disamping ada aplikasi "Lapor Kang" memerlukan pertemuan langsung seperti ini," tuturnya.
Tema yang diambil dalam acara ini "Melihat lebih dekat Pemimpin Subang tahun 2018-2023" dengan dihadiri Pj Sekda, Asda I, II,  III, Kepala Kemenag Kab. Subang, para Kepala OPD, para Camat Se-Kab. Subang,  Tokoh Masyarakat, agama, pemuda, para akademisi, Prof. Nina Lubis tokoh sejarahwan serta Insan Pers.
Dalam acara tersebut dilangsungkan dialog dengan warga yang hadir. Diantaranya Bupati menyampaikan alasam mencalonkan diri sebagai Bupati karena ada pengalaman kurangnya kualitas pelayanan kesehatan sehingga tergerak untuk mencalonkan Bupati untuk membuat perubahan pelayanan dasar kepada masyarakat meliputi peningkatan pelayanan kesehatan dan infrastruktur.
Pada kesempatan ini Bupati Subang menjelaskan makna filosopi ngampar yaitu sebagai simbol kesetaraan sehingga memberi kesempatan kepada hadirin sekalian untuk menyampaikan ide dan gagasannya dalam rangka ikut berkontribusi mewujudkan Subang Jawara. Jawara bisa diartikan dua makna yaitu sesuatu yang lebih dari orang lain tapi cukup berkarakter dan unggul Jawara kepanjangan dari  Jaya , Istimewa dan Sejahtera. (Humas dan Protokol)