"Jendral Bodoh" yang Menyebut Pemilu 2019 sebagai "Perang Total"

SUBANG - Letjen Purn Adang Sonjaya menyesalkan atas pernyataan seorang jendral yang menyatakan dalam Pemilu 2019 dengan "Perang Total".
"'Jendral Bodoh' yang menyatakan perang total dengan rakyatnya (dalam Pemilu 2019). Karena kita bukan berperang. Tetapi sedang mengikuti proses demokrasi," ujarnya saat memberikan motivasi di hadapan ratusan tim sukses, kader partai dan simpatisan pendukung Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor 02 (Prabowo – Sandi) di Ranggawulung Subang Jawa Barat, Senin siang (25/2/2019).
Oleh karena itu kata dia supaya membiarkan saja terhadap sikap yang menyatakan "Perang Total" dalam Pemilu. "Jangan lawan yang menyatakan 'Perang Total'. Cukup katakan bahwa kita hanya ingin tidak dijajah. Jawab saja itu.
Sebab menurut dia Pemilu hendaknya disikapi sebagai proses demokrasi yang mencerdaskan.
Oleh karena itu lanjut dia bagi kader yang ingin memperjuangkan pemenangan pasangan Prabowo – Sandi harus mengedepankan kesantunan dengan sikap militan dan pantang menyerah. "Tidak mudah ditakut-takuti. Harus berani.!" tegasnya.
Dia kemudian memberikan contoh saat memasangkan alat peraga kampanye harus meminta ijin terlebih dahulu kepada pemilik tempat. "Apabila akan memasang stiker kita permisi dulu kepada yang punya tempat. Lalu kita juga harus berani mengatakan: Kalau ada yang copot bilang ke saya, ya," tuturnya.
Kemudian penyampampaian motivasi pun disampaikan oleh Tim Sukses Prabowo-Sandi Jawa Barat, Ridho Budiman Utama yang mengatakan bahwa kader-kader di Jawa Barat, khususnya di Subang harus berani memasang target pemenangan lebih tinggi. "Karena tahun 2014 lalu, di Jawa Barat (perolehan suara Prabowo-Hatta) menang 60%. Tetapi di daerah lain kemenangan lebih tinggi. Akhirnya belum bisa dilantik," tuturnya.
Lalu kata Ridho minimal di Subang harus berani memasang target kemenangan 70%. Oleh karena itu para Relawan harus mengenali medan tempur dengan mengetahui data pemilih maupun data tempat pemilihan. "Supaya kita bisa memetakan langkah-langkah yang akan diambil," tuturnya.
Kemudian dia menyatakan dalam menerapkan strategi yang terbaik ialah strategi ofensif atau menyerang. "Kita tidak boleh dudk-duduk saja. Melainkan harus aktif," katanya.
Kemudian diikuti dengan memperkuat koalisi. "Oleh karena itu harus juga membantu partai-partai koalisi dalam pemilu," imbuhnya.
Ketua Tim Pemenangan Prosa (Prabowo-Sandi) Kabupaten Subang, Peni "Zendral" Hendriana menyebutkan kegiatan ini sebagai ajang silaturahim antara anggota DPR, DPRD dengan para kader partai pendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Sandi di Kabupaten Subang. (Ist)