Tolak Cagar Alam Jadi TWA, Aktifis Lingkungan akan Judicial Review SK KemenLHK

SUBANG – Sejumlah aktifis lingkungan hidup terdiri dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Sadar Kawasan Jawa Barat, Pro Fauna Indonesia, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jawa Barat, Save Ciharus dan Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) Bandung Selatan melakukan penolakan upaya pemerintah menjadikan Cagar Alam dijadikan Taman Wisata Alam (TWA).
Menurut aktifis dari Pro Fauna Indonesia, Herlina Agustin mengatakan apabila Cagar Alam dijadikan TWA berpotensi mengganggu kehidupan flora dan fauna. "Semakin banyak konflik (antara) satwa dengan manusia. Belum lagi efek samping pembangunan hotel dan prostitusi serta kesenjangan sosial," paparnya kepada Reporter Jabar melalui telepon seluler, Minggu (20/1/2019)
Belum lagi lanjut dia akan mengundang banyak wisatawan dengan sendirinya akan mengundang banyak sampah. "Yang akan menambah masalah lingkungan akibat sampah," imbuhnya.
Oleh karena itu bersama rekan-rekan organisasi lingkungan lainnya akan melakukan Peninjauan Kembali (PK) atau Judicial Review  (JR) terhadap Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 25/MenKLHK/2018. "Kami masih merumuskan untuk melakukan JR kepada SK Menteri LHK nomor 25 tahun 2018," imbuhnya lagi.
Sejalan dengan itu kata dia bersama rekan-rekan berupaya melakukan kampanye masif melalui media sosial untuk menolak dengan tegas atas SK Menteri . "Kami ingin kelestarian lingkungan hidup terjaga dengan alami. SK itu kami khawatir akan mengundang ekploitasi lingkungan hidup berlebihan," pungkasnya.