Masyarakat Desa Munjul Tuntut PSU, Begini Jawaban Wabup Subang

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur(pakaian PDH kanan) tengah mendengarkan tuntutan warga Desa Munjul yang memprotes hasil Pemilihan Kepala Desa tahun 2018.

SUBANG – Sekitar 80 orang warga Desa Munjul Kecamatan pagaden Barat Kabupaten Subang Jawa Barat melakukan aksi demontrasi kepada Pemerintah Kabupaten Subang. Tuntutan mereka ialah ingin meminta kejelasan tentang pengaduan mereka atas hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2018 di Desa Munjul. Dalam pengaduannya menduga ada kecurangan yang dilakukan Panitia Pemilihan. Diantaranya banyak warga luar desa yang melakukan pemilihan. "Sedangkan banyak warga desanya sendiri yang dinyatakan telah 'meninggal dunia' sehingga tidak bisa memperoleh haknya dalam Pilkades," ujar Deni salah seorang warga dalam orasinya, Senin siang (13/1/2019).
Dia mengungkapkan dari laporan di lapangan setidaknya ada sekitar 50 warga Desa Munjul yang tidak bisa memilih karena dinyatakan "meninggal dunia". Lalu dia menuntut supaya dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkades di Desa Munjul.
Mereka menginginkan bertemu langsung dengan Bupati Subang untuk mengadukan masalah ini. Akhirnya mereka diberikan kesempatan bertemu dengan Wakil Bupati Subang, Agus Masykur di Ruang Rapat Bupati usai melaksanakan Breefing Staff.
Dalam pertemuan tersebut kembali disampaikan mengenai kecurangan. Mereka mengatakan warga masyarakat telah melakukan aksi demo bahwa untuk menyampaikan hal ini telah melakukan aksi demo 2 kali kepada Dinas Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Pemdes) Kabupaten Subang. "Kami sekarang menuntut kejelasan tentang proses pengaduan kami dan putusannya," ujar Deni.
Menjawab aspirasi tersebut, Wakil Bupati menegaskan akan melakukan bermusyawarah dengan Bupati Subang bersama pihak terkait dalam hal ini Dinas Pemdes Kabupaten Subang. "Sementara masalah ini kami ambil alih dan akan dimusyawarahkan dengan Bupati Subang dan pihak yang berkepentingan langsung dalam hal ini Dinas Pemdes," jelas Agus.
Dia berjanji akan memberikan informasi kepada warga tentang hasil musyawarahnya. "Nanti kami akan berikan informasi secepatnya kepada bapak dan ibu," katanya.
Setelah pertemuan tersebut akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib mendapat pengamanan dari aparat Kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Subang. (Satriya)