Masih Ada Warga yang Tak Tahu Kapan Pemilu

SUBANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Subang prihatin masih ada warga daerah di Subang yang masyarakatnya kurang mengerti tentang pemilu. Kata Ketua KPU Kabupaten Subang, Suryaman dirinya mendapat informasi tersebut dari salah satu ketua partai politik. "Ada sekitar 85% warganya tidak tahu kapan pemilu. Ironis sebagian besar adalah pemilih milenial. Kok bisa, ya?" ujarnya ketika memberikan sambutan Pelantikan Relawan Demokrasi (Relasi) di Kantor KPU Kab Subang, Rabu (23/1/2019).
Pada kesempatan sebanyak 55 orang Relasi dilantik dengan diambil sumpahnya oleh Ketua KPU Kab Subang. Dari 55 orang terbagi dalam 10 segmen relawan yang masing-masing segmen terdiri dari 4 – 7 orang tiap segmen. Mereka merupakan hasil seleksi dari 92 orang pendaftar.
Kemudian kata Surayaman, diharapkan para Relawan bisa memperkenalkan tentang Pemilu dengan baik kepada masyarakat sesuai dengan segmennya. "Supaya bisa meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 nanti," imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut diberikan materi pembekalan kepada para relawan. Diantaranya dari Komisioner Bawaslu, Parrahutan Harahap yang menyampaikan materi tentang filosofi pemilu dan dasar hukum pemilu yang dilaksanakan di Indonesia serta tugas Bawaslu sebagai salah satu penyelenggara pemilu yang bertugas mengawasi jalannya pemilu.
Oleh karena itu kata Parahutan pihaknya menghimbau kepada Relawan Demokrasi apabila menemukan ‎pelanggaran supaya bisa melaporkannya. "Supaya penyelenggaraan pemilu bisa berlangsung dengan bersih dari tindak pelanggaran," katanya.
Kemudian dilanjutkan dengan materi dari para Komisioner KPU Kabupaten Subang yang menjelaskan tentang teknik relawan dalam melakukan sosialisasi  tahu tentang Pemilu.
Diantaranya disampaikan Komisioner Divisi Sosialisasi‎, Hari Nazarudin yang menyampaikan supaya relawan melaksanakan tugasnya dengan baik. Bisa melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan penuh simpatik. "Apabila menemukan masalah untuk tidak ragu berkonsultasi dengan Komisioner," ujarnya.
Secara simbolis Komisioner melepas Burung Merpati sebagai tanda pelepasan Relawan melaksanakan tugasnya.