Kawasan ini Perlu Rambu Lalu-Lintas

SUBANG – Jalur Jalan Ki Hajar Dewantara di Kelurahan Dangdeur Subang merupakan kawasan pendidikan yang perlu mendapat perhatian. Menurut Asep Hermawan, salah seorang warga Komplek PDK di sekitar kawasan tersebut menyarankan dibuat rambu-rambu penyebrangan dan dijadikan jalur lambat mulai dari perempatan Cadika sampai perempatan Tegalkalapa. “Karena jalan ini banyak sekolah,” ujarnya kepada Reporter Jabar.

Sepanjang jalan Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu kawasan pendidikan yang cukup banyak. Setidaknya ada 5 sekolah dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi yang aktif. "Tentu ini perlu perhatian supaya menjamin keselamatan pengguna jalan maupun warga sekitar termasuk keamanan siswa (dan mahasiswa) selama beraktifitas," paparnya.
Jalur Ki Hajar Dewantara juga merupakan jalur yang sering dijadikan perlintasan kendaraan pribadi, kendaraan berat maupun kendaraan umum yang akan menuju Jakarta baik ke arah Gerbang Tol Cipali di Cilameri maupun menuju jalur arteri. “Keberadaan rambu-rambu penyebrangan dan menjadikan sebagai jalur lambat perlu untuk memberikan informasi terutama bagi pengendara dari luar Subang yang belum mengenalnya,” tuturnya.
Di sekitar wilayah itu juga cukup padat penduduk. Aktifitas keseharian cukup dinamis  baik yang keluar-masuk gang atau komplek. "Saya sering khawatir kalau mau keluar (komplek). Karena pengemudi terutama sepeda motor yang ngebut," katanya.
Kata Asep selain dibuatkan rambu-rambu penyebrangan, dia juga mengharapkan penerangan jalan ditambah. “(Kalau malam) jalur ini masih gelap sangat membahayakan dan mengundang kerawanan,” katanya.
Kemudian angkutan perkotaan (angkot) supaya diatur saat menaikan atau menurunkan penumpang. “Terutama ketika bubaran sekolah supaya angkot yang ngetem di sana diatur agar tertib tidak mengganggu arus lalu-lintas. Saya rasa perlu ada petugas lalu-lintas yang mengatur supaya menjamin arus (lau-lintas) lancar,” ujarnya.
Sementara itu dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Subang, Rona Mairansyah mengenai jalur lambat harus ‎ada pelebaran jalan yang menjadi urusan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). "Paling tidak kita akan memasang rambu-rambu di sana. Tinggal kita menunggu anggarannya. Karena untuk sekarang cukup berat. Tapi karena ini kepentingan keselamatan, kita akan (upayakan) secepatnya dilakukan," ujarnya kepada Reporter Jabar.
‎Bahkan kata dia di kawasan itu akan akan dipasang Pedestrian light‎ controled (Pelican) Crossing yaitu lampu kontrol lalu-lintas penyebrang jalan. "Jadi ketika akan menyeberang tinggal tekan tombol untuk menghentikan sementara kendaraan untuk memberikan kesempatan menyebrang," jelasnya.
Sebenarnya hal ini telah menjadi perhatian Pemkab Subang. Apalagi sekarang pemerintahnya masih baru. "Pemkab saya yakin apalagi sekarang Bapak Bupati kelihatannya sangat care, ya," ujarnya.‎‎
Dia juga sangat setuju dengan penataan angkot yang mangkal di sana agar lebih tertib. Karena keberadaan angkot masih dibutuhkan warga. "Kita akan tata supaya lebih tertib. Terima kasih infonya," pungkasnya.‎ (Satriya)