Hanjuang Bukan Sekedar Simbol

REPORTER JABAR – Tanaman Hanjuang kini tengah mendapat perhatian dari Bupati Subang, Ruhimat. Beberapa kali dalam kunjungan ke kecamatan-kecamatan atau desa, Ruhimat senantiasa menyarankan kepada warga untuk menanam tanaman yang dalam istilah ilmiahnya disebut Cordyline.
Terakhir ketika berkunjung ke Desa Cibeusi Ciater saat Launching Penanaman Pohon Daerah Konservasi, dia menganjurkan menanam tanaman hanjuang di setiap gang atau jalan. Bahkan mengangkat sebagai simbol "Berjuang" yang mengandung makna "Hayu Urang Berjuang" (Mari Berjuang).
Lalu apa keunggulan hanjuang? Sebagaimanan disitat jitunews.com menyebutkan hanjuang merupakan tumbuhan monokotil berbatang yang sering dijumpai di taman sebagai tanaman hias. Marga Cordyline ini memiliki sekitar 15 jenis.
Dengan bentuk daun hanjuang khas, berbentuk lanset, berukuran agak besar dan berwarna hijau kemerah-merahan (Cordyline) atau berwarna hijau muda (Dracaena).
Disebutkan di Indonesia hanjuang sering berfungsi sebagai tanaman pelindung dan pembatas di sawah, ladang, serta perkebunan teh atau kina.
Ternyata secara farmakologi Hanjuang, terutama C. fruticosa, populer sebagai tanaman hias. Daun hanjuang dipakai sebagai pembungkus makanan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Hanjuang memiliki kemampuan antibakterial.
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan bunga, akar, dan daun. Tumbuhan ini bersifat menyejukkan darah, menghentikan pendarahan, menghilangkan bengkak karena memar.
Berikut ini beberapa penyakit yang mampu ditanggulangi Hanjuang :
·          TBC Paru dengan batuk darah: Daun kering 15–30 gr, atau bunga kering 9–15 gr atau akar kering 6 – 10 gr direbus dan diminum.
·          Air kemih berdarah dan wasir berdarah : Daun kering 15–30 gr, atau bunga kering 9–15 gr, atau akar kering 6 – 10 gr direbus, diminum.
·          Nyeri lambung dan Ulu hati: Daun 15–30 gr, atau bunga 9–15 gr atau akar 6–10 gr, direbus, diminum.
·          Air kemih berdarah, tidak menstrusi: Daun segar 60 – 100 gr atau akar 30 – 60 gr, rebus, minum.