Dikabarkan Mengalami "Kerja Paksa", Mahasiswa Subang di Taiwan Ternyata...



SUBANG - Ketua DPRD Kabupaten Subang, Beni Rudiono memastikan pelajar Subang yang menuntut ilmu di Perguruan Tinggi di Negara Taiwan dalam keadaan baik selama belajar di sana. Hal terkait beredarnya kabar pelajar di Indonesia yang tengah magang menghadapi kerja dengan dengan over time (waktu berlebihan) dan mendapatkan konsumsi dari makanan yang tidak halal.
Sebelumnya beredar kabar sebagaimana disitat bbc.com tertanggal 3 Januari 2019 yang menyebutkan mereka bekerja melebihi waktu kerja bahka harus menghadapi pekerjaan dengan berdiri selama 10 jam untuk mengemas barang.
Beni menduga yang mengalami "kerja paksa" itu yang pergi secara ilegal tanpa kejelasan. "Itu memang benar ada kasus itu yang terjadi yang diberangkatkan (secara) ilegal. Untuk fungsinya seperti apa? (Perjanjian) kerjasamanya nggak ada, Pemerintah tidak hadir seperti kita," tutur Beni kepada Reporter Jabar, Jum'at (4/1/2019).
Dia menduga mereka adalah korban calo-calo yang bekerja sama dengan mafia di sana. "Ada oknum yang bermain. Akhirnya ada kasus. Benar itu ada kasus seperti itu," imbuhnya.
Kemudian dia menjamin bahwa pelajar dari Subang kehidupannya di sana aman. "Kita (menjamin Pelajar Subang) tidak seperti itu. Pelajar yang diberangkatkan Pemkab Subang itu resmi dan dihadiri oleh komisi DPR juga mendukungnya. "Bahkan kita sering mengontrol perkembangan di sana. Suasananya bagus. Shalat lima waktu dilaksanakan di kelas. Shalat Jum'atan juga di kelas. Mereka diberi kebebasan (beribadah)," imbuhnya.
Mengenai makanan yang dikonsumsi, lanjut Beni dari hasil monitoring, mereka mengkonsumsi makanan halal yang disediakan oleh penyedia muslim. "Yang haram nggak ada. Makanan disediakan oleh jasa penyedia muslim (jadi yang mereka konsumsi adalah makanan) yang halal." jelasnya lagi.
Para mahasiswa di sana pun bisa berkomunikasi dengan keluarganya di tanah air secara langsung. "Orang tua didapat informasi langsung dari anak-anak siswa mereka berkomunikasi dengan videocall dengan kita (di tanah air)," katanya lagi.
Setidaknya ada 200 orang pelajar Subang lulusan SMA dan SMK yang melanjutkan pendidikannya ke Negara Taiwan. Diantaranya belajar di Shien Hsin University Taiwan untuk program S1 dengan 12 jurusan seperti jurusan tekhnik sipil, akutansi, perhotelan, keperawatan, tekhnik mesin, dan kumputer. Keberangkatan pelajar untuk melanjutkan kuliah di Taiwan melalui proses seleksi.