Tertarik Konsep Bisnis Nusantara, Negara Asia-Eropa Dukung Induk Budak ke Parlemen


SUBANG - Sedikitnya 7 Negara dipastikan menyatakan dukungan secara moril kepada Noviyanti Maulani sebagai Calon Legislatif (Caleg) di DPRD Kabupaten Subang. Dukungan ini kata Raja Adat Galuh Pakuan, Evi Silviadi merupakan kelanjutan dari ketertarikan konsep kerja sama antar negara yang disosialisasikan Lembaga Adat Kerajaan (LAK) Galuh Pakuan dalam safari ke beberapa negara Asia dan Eropa oleh Duta LAK Galuh Pakuan, Madrim Kusumah Andhini.
"Seperti  saya katakan kemarin setelah Belgia tertarik. Kemudian menyusul beberapa negara Eropa dan Asia lainnya. Bahkan seorang pengusaha Singapura, Chee Yeng Ng yang menangani perusahaan di Singapura dan Malaysia datang ke sini untuk berdiskusi dan melihat langsung hasil kerja yang dilakukan (LAK) Galuh (Pakuan)," ujarnya.
Konsep yang bertajuk Membangun Tatanan Bisnis berbasis Peradaban Nusantara diantaranya hubungan perdagangan secara langsung yang dibalut Kebudayaan Nusantara. "Dalam perdagangan tersebut akan mengangkat komoditas unggulan Subang yang dibutuhkan oleh negara yang bersangkutan yang dibalut Kebudayaan (Nusantara)," tuturnya.
Kata Evi visi dari kerjasama antar negara ini pun meliputi pelatihan kepada pemuda Subang supaya cerdas, kuat dan mandiri. "Sekalian memberikan pelatihan kepada pemuda untuk menghadapi permintaan pasar di negara-negara Eropa yang cukup besar," imbuhnya.
Kaitannya dukungan kepada Noviyanti Maulani adalah bagian dari Galuh Pakuan yang percaya bisa melaksanakannya apabila dia duduk sebagai anggota legislatif.
Diungkapkan pengusaha Singapura lainnya, Jumaiyah Abu Bakar, secara simbolik menyatakan sudah tak sabar menunggu Pemilu Legislatif tahun 2019. Supaya bisa merealisasikan konsep kerjasama ini.
"Karena dengan masuknya Indung Budak sebagai legislatif kata mereka akan lebih leluasa dalam mengimplementasikan Konsep Kerjasama. "Karena sebagai legislator (Indung Budak) akan mendapatkan keleluasaan," katanya.

Disclaimer

Opini menjadi tanggungjawab penuh penulis. Hak Jawab atas Artikel/Berita diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers