Optimalkan Prestasi Atlet, KONI Kab Subang Perlu Anggaran Segini

SUBANG - Bila ingin ‎atlet Subang optimal meraih prestasi, diperlukan anggaran sebesar 9 milyar rupiah untuk pembinaannya. Menurut Ketua KONI Kabupaten Subang, Yoyo Kustrio hal itu penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas atlit Subang. "Kita telah tunjukkan dengan raihan medali pada Porda yang lalu berhasil meraih 13 medali emas. Itu perlu ditingkatkan lagi," ujarnya kepada wartawan, Selasa (6/11/2018).
Selama ini kata Yoyo, dalam pembinaan atlit KONI Kab Subang menggunakan anggaran per tahunnya 2 milyar saja. "Dengan 2 milyar (per tahun) saja kita berhasil mencetak. Tentu perlu dipertahankan dan ditingkatkan," imbuhnya.
Terlebih tahun 2022 Subang akan menjadi salah satu tuan rumah Porda Jawa Barat. Untuk itu perlu dipersiapkan dari sekarang. "Kita di KONI memiliki tekad masuk menjadi 5 besar. Makanya minimal 9 milyar perlu dialokasikan (untuk pembinaan)," katanya.
Hal senada dikatakan oleh Wakil Ketua Bidang Pembin‎aan dan Prestasi KONI Provinsi Jawa Barat, Evi Silviadi yang mengatakan alokasi anggaran pembinaan atlit menjadi salah satu aspek penting dalam mencetak atlet berprestasi. "Kalau di daerah lain anggarannya ada yang 18 milyar. Saya rasa 9 milyar itu minimal, ya," tuturnya.
Dia memperhitungkan dengan anggaran 9 milyar itu bisa punya atlit dari daerah sendiri. "Sehingga atlit tidak 'lari' ke daerah‎ lain karena kurang terbina," ungkapnya.

Persiapan Porda Tahun 2022
Mengenai persiapan Porda tahun 2022, kata Yoyo Subang dipercaya sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara bersama Bandung Barat dan Tasikmalaya‎.
Kata dia pihaknya tengah menginventarisir keperluan segala hal yang perlu dipersiapkan menyambut Porda 2022. "Diantaranya lokasi mana saja yang akan dijadikan venue dan apa saja yang perlu diperbaiki supaya benar-benar bisa didigunakan," katanya.
Ketika ditanyakan mengenai jumlah anggaran yang diperlukan, Yoyo menyebutkan belum dapat gambaran jelas. "Karena untuk cabang olah raga yang akan dipertandingkan pun belum pasti. Sumber (anggaran)-nya pun nanti bisa dari kabupaten, provinsi bahkan (dari) pusat," tuturnya. (Satriya)
Share on Google Plus