Inilah Tahapan Rawan Pelanggaran dalam Pemilu 2019

SUBANG – Dari tahapan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019, tahapan pemungutan dan perhitungan suara memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi. Menurut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Subang, Drs. Parrahutan Harahap walaupun tahapan tersebut masih lama, pihaknya berupaya mempersamakan persepsi antara Sentra Gakumdu yangterdiri Kepolisian, Kejaksaan dan Bawaslu bersama para Panwas Kecamatan dalam penanganan tindak pelanggaran Pemilu.
"Kalau yang terhitung rawan itu pada (tahapan) pungut hitung (pemungutan dan perhitungan suara)," ungkapnya kepada Reporter Jabar disela-sela Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Penegakkan Hukum Terpadu (Gakumdu) di Hotel Lotus Subang, Rabu (17/10/2018).
Selanjutnya kata Parrahutan walaupun tahapan pungut-hitung terbilang masih lama, tetapi itu perlu mempersamakan persepsi pada penanganan pelanggaran pemilu. "Walupun (tahapan pungut-hitung) masih lama, kitaperlu mempersamakan persepsi dalam hal penanganan pelanggaran pemilu," imbuhnya.
Sedangkan mengenai wilayah yang dinilai rawan, kata Parrahutan secara keseluruhan hingga kini masih terkendali.
Dalam Rakor yang diselenggarakan, lanjut dia pihaknya perlu mempersamakan persepsi terhadap tindak pelanggaran. Dari menerima laporan, menganalisa temuan pelanggaran sampai menentukan jenis pelanggaran. "Apakah masuk ranah pelanggaran pidana, pelanggaran administrasi atau pelanggaran kode etik. Itu perlu dipersamakan," katanya lagi.
Kegiatan Rakor diikuti oleh anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dari 30 kecamatan di Kabupaten Subang.