Cawapres Sandiaga Bicara Kebijakan Impor Pangan, Begini Katanya


SUBANG – Calon Wakil Présidén, Sandiaga Shalahudin Uno mengkritik kebijakan impor pangan yang dilakukan pemerintah. Padahal produksi dalam negeri belum sepenuhnya diserap. "Sehingga petani tidak bisa menikmati (harga bagus) hasil produksinya," ujarnya dihadapan kader partai pendukung di Subang Jawa Barat, Minggu (14/10/2018).

Dia menyayangkan kebijakan impor pangan hanya akan menguntungkan kartel dan menyengsarakan petani. Karena ketika panen mereka harga jatuh tetapi ketika produksi atau tanam mereka dihadapkan biaya tingggi karena biaya pupuk dan obat pertanian mahal.

Mengenai visi dan misi kepemimpinan Pasangan Prabowo – Sandi kata dia akan akan mengedepankan visi ekonomi berupa pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengangguran. "Saya melihat angka pengangguran cukup tinggi termasuk di Kabupaten Subang. Cara yang dilakukan ialah menghidupkan kembali kewirausahaan termasuk pertanian dan menggiring kaum muda milenial kembali pada pertanian," imbuhnya.

Kemudian kata Sandiaga Uno menyebutkan program tersebut dalam bentuk OK OCE atau One Kabupaten One Centre Entrpreneurship. "Kalau kabupatennya kuat ekonominya maka provinsinya juga kuat begitu juga dengan (ekonomi) nasionalnya pun kuat," ujarnya lagi. Bisa juga dikembangkan ke dunia perguruan tinggi dengan One Kampus One Centre Enterpreneurship.
Dengan mengelola potensi yang dimiliki kata dia melihat potensi kewirausahaan dalam mengelola pertanian di Subang cukup besar. Salah satunya pengelolaan pertanian beras hitam yang unik dan berkualitas dibandingkan dengan daerah lain. "Potensi dia perlu dimaksimalkan dengan cara memberikan dukungan secara penuh," kataya.
Kegiatan Sandiaga selain berdialog dengan kader-kader partai pendukung juga memberikan pencerahan kepada kaum milenial dalam mengelola potensi.
Ketika ditanya mengenai target perolehan suara di Jawa Barat dia menyatakan bersama tim suksesnya akan memperkuat dan memperluas  basis supaya makin solid. Dia yakin bahwa pemilih di Subang dan Jawa Barat cukup kuat.
Kegiatan temu kader partai pendukung diisi dengan senan bersama di halaman Pasar Tradisonal Subang yang diikuti oleh ribuan kader, simpatisan dan masyarakat Subang.
Kemudian mengisi pencerahan ekonomi di Gedunh Graha Sofia. Kegiatan dilanjutkan ke daerah Majalengka.