Subang Terancam Bangkrut? Begini Jawaban Pemkab


SUBANG - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Subang membantah jika disebutkan terancam bangkrut dan Kas Daerah dalam keadaan kosong sebagaimana diberitakan oleh salah satu televisi. Karena kata Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Subang, Syawal APBD 2018 belum selesai dan pada kenyataannya Kas Daerah Kabupaten Subang hingga hari ini sebesar 232 milyar rupiah.
"Mau dikatakan bangkrut gimana? APBD kita masih berjalan Kas daerah kita di 232 milyar (rupiah) sekarang . Hari ini 232 milyar (rupiah). Siapa bilang bangkrut? Kas Daerah nggak kosong," ujarnya kepada wartawan, Senin (17/9/2018).
Sebagaimana Siaran Pers yang diterbitkan Bagian Humas dan Protokol, Syawal menyebutkan bahwa  defisit penganggaran pada awal tahun anggara itu biasa dilakukan atau diperbolehkan. "Karena sebenarnya APBD itu berimbang antara pendapatan dan belanja, tetapi di perbolehkan untuk menetapkan anggaran defisit, supaya defisit itu diprediksi tertutup didalam anggaran tahun tersebut," jelasnya. 
Defisit yang dimaksud ialah pada Silpa 2017. "Diperkirakan akan tertutup dari Silpa tahun 2017 sebesar 249 Miliyar,  dan di dalam konfirmasi pada TVRI bahwa anggaran 249 Miliyar akan ditutupi melalui beberapa upaya yaitu: merasionalisasikan belanja dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Masih dalam Siaran Pers disampaikan karena APBD Berlanjut dan berproses oleh karena itu saya katakana di stasiun TVRI kita tunggu sampai 31 Desember 2018 nanti. "Disitu saya menetapkan pemberitaan tersebut tetapi justru tidak di tayangkan,  bahkan yang muncul berita terancam Bangkrut Kas Daerah kosong," katanya lagi.
Mengenai kas daerah sebesar 232 milyar rupiah kata Syawal masih bisa membiayai sampai 31 Desember 2018.