Pemulangan TKI Disnakertran Subang Hadapi Masalah Ini


SUBANG - Untuk menangani pemulangan TKI dari luar negeri Pemkab Subang terkendala anggaran. Dikatakan Kepala Seksi Penempatan Disnakertrans Kab Subang, Indra Suparman kendala ini dirasakan ketika menerima laporan adanya pemulangan TKI baik yang meninggal maupun pulang dalam keadaan hidup.
"Kita telah berupaya membuat gebrakan dengan quick respon baik TKI yang hidup atau pun meninggal baik iinformasi keluarga ataupun media sosial. Kita respon cepat hanya memang terbentur Pemda Subang tidak ada anggaran. Baik pengembalian jenazah ataupun yang hidup itu menjadi kendala," ujarnya epada Reporter Jabar, Kamis (6/9/2018)
Untuk mengatasinya dengan meminta bantuan BP3TKI untuk pemulangan jenazah ke Bandara Soekarno Hata. "Lalu dari Bandara jenazah kita jemput. Untuk santunan kematian kita minta bantuan kepada BP3TKI di Bandung. Alhamdulillah usaha ini berhasil," katanya lagi.
Kemudian kata dia sejak Agutus 2017 sampai Agutus 2018 telah memulangkan 30 orang jenazah TKI asal Subang dan yang hidup sebanyak 250 orang. "Dengan kondisi cacat, sakit maupun stres dan dengan berbagai masalah seperti overstay dan masalah lainnya selama kurun waktu satu tahun," ujarnya lagi.
Kemudian lanjut dia bagi yang hidup pihaknya berupaya memperjuangkan hak-haknya. "Selama ada pengaduan dan laporan dari pihak keluarganya maupun media sosial kita perjuangkan (hak-haknya)," imbuhnya.
Hak-hak TKI yang diperjuangan diantaranya sisa upah kerjanya ataupun barang-barang milik TKI yang masih tertinggal. "Alhamdulillah 90% persen sudah (dipenuhi) sisa gaji dan barang-barang (milik TKI) yang tertinggal sudah dikembalikan," imbuhnya lagi.
Untuk pemberangkatan TKI melalui jalur resmi  kata Indra selama tahun 2017 sudah memberangkatkan 8.553 orang. "Sedangkan untuk (tahun) 2018 (jumahnya diatas 5000 (orang) melalui jalur resmi, ya," ujarnya.
Mengenai devisa yang dibawa para TKI ke Subang berdasarkan pemantauan sekitar 5 milyar per bulan. "Itu saya bandingkan dengan Indramayu. Karena Subang dengan Indramayu itu beda tipis," katanya.