Begini Modus Penyalur TKI Ilegal di Subang

SUBANG – Polres Subang berhasil mengungkap dugaan penyaluran tenaga kerja ilegal yang dilakukan oleh 3 orang tersangka yaitu AN, AM dan SR. Menurut Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni kasus ini terungkap dari kematian TKI asal Binong Subang berinisial H dikabarkan meninggal dunia akibat sakit di Malaysia. "Dari beberapa petunjuk atas koordinasi dengan Disnakertrans (Kab) Subang, terdapat indikasi dugaan tindak pidana. Yaitu korban berangkat secara ilegal dengan modus korban diberangkatkan dari (Bandara) Soekarno-Hatta ke Tanjung Pinang," jelasnya kepada wartawan, Kamis (6/9/2018).
Kemudian dari sana, kata Joni korban dibuatkan paspor. "Tetapi paspor pelancong atau untuk berwisata yang selanjutnya (korban) ditampung oleh sebuah agen di Malaysia Mr. O untuk dipekerjakan sebagai Asisten Rumah Tangga," ujarnya menjelaskan.
Kata dia kematian H diketahui meninggal tanggal 29 Juli 2018 lalu akibat sakit. "Sebenarnya korban sudah dalam keadaan sakit dan dikomplain oleh agen. Tetapi karena sudah terlanjur di sana (di Malaysia) tetap dipekerjakan. Setelah 3 bulan baru dikabarkan meninggal dunia akibat asma," imbuhnya.
Kemudian lanjut Joni dari hasil pemeriksaan, para pelaku mendapatkan keuntungan sebesar 13,5 juta rupiah dari setiap TKI yang diberangkatkan. "Hasilnya kemudian dibagi tiga yang diambil dari gajih (upah) TKI yang diberangkatkan," katanya.
Kepada para pelaku dikenakan Pasal 2 dan 4 UU No.  21 tahun 2007 tentang Pedagangan orang dengan ancaman 15 tahun penjara dilapis dengan UU No. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja di luar negeri negaro ancaman hukuman 5 tahun dan denda 1 milyar.