Proyek Patimban Agustus ini Dimulai, Siapa Saja yang Terlibat?

JAKARTA Proyek pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat siap dilaksanakan pada bulan Agustus ini sebagaimana dikutip dari kontan.co.id kreditur Japan International Cooperation Agency (JICA) akan mengucurkan sebagian pinjaman.

Di proyek Patimban, kontraktor lokal mendapatkan porsi 30% dari pencairan tahap pertama atau uang muka senilai Rp 900 miliar. Kontraktor lokal yang ikut terlibat dalam proyek tersebut adalah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT PP Tbk (PTPP).
Sekretaris Perusahaan WIKA, Puspita Anggraeni, menyebutkan, dari uang muka yang dikucurkan oleh JICA, kontraktor lokal mendapatkan dana Rp 270 miliar. "Dari uang muka, porsi lokal mendapatkan 30%," ujar dia kepada KONTAN, Minggu (5/8).
Anggota konsorsium kontraktor proyek Pelabuhan Patimban meliputi lima perusahaan. Selain dua perusahaan lokal (WIKA dan PTPP), tiga perusahaan lainnya berasal dari Jepang, yakni Penta Ocean Construction, Toa Corporation dan Rinkai Nissan Construction. Ketiga perusahaan itu mendapatkan jatah 70% dari nilai proyek.
Puspita menjelaskan, untuk fase 1 tahap I pada proyek Patimban, kontraktor akan menggarap mulai dari tiang pancang laut, struktur dermaga, stone dike, sand filling, pavement (concrete & asphalt), port roadbuilding, dan utility. Konstruksi fase satu membutuhkan investasi Rp 9 triliun. Perinciannya, tahap I senilai Rp 6 triliun, tahap II Rp 1,8 triliun, dan sisanya Rp 1,2 triliun pada tahap III.
Menurut Puspita, saat ini kontrak proyek yang dipegang WIKA baru fase 1 tahap I. "Saat ini baru tahap 1 yang sudah ditender dengan nilai kontrak ekuivalen Rp 6,06 triliun, termasuk value added tax dan porsi lokal 30% dari nilai total proyek," jelas dia.
Operator Pelabuhan Patimban belum ditentukan karena baru dilelang pada bulan depan. Targetnya, lelang operator Pelabuhan Patimbang berlangsung pada September 2018. Secara keseluruhan, proyek Pelabuhan Patimban dengan nilai total investasi Rp 43,20 triliun selesai pada tahun 2027 melalui tiga fase. Di fase pertama, ada tiga paket pekerjaan yang dijadwalkan rampung pada tahun 2020. (Ist)