Mendikbud Kritik Perguruan Tinggi Pertanian

SUBANG – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendi mengkritik Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia yang mengkavling-kavling aspek pertanian, yang masing-masing "tidak saling bertegur sapa".

"Kalau saya boleh mengkritik, di perguruan tinggi sayangnya itu sudah dikavling-kavling itu Kalau orang agroindustri ditanya soal agrobisnis mereka bilang: 'Maaf itu bukan bidang saya'. Dan itu tidak boleh di sini oleh karena itu di SMK ini semuanya harus dipelajari. Kalian harus menjadi ahli masalah pertanian, harus menguasai juga cara menjualnya saya tahu pasar (pertanian)," ujar Muhadjir saat menyampaikan motivasi di hadapan ratusan siswa SMK 2 Subang, Jum'at (3/8/2018).

SMK 2 Subang merupakan sekolah model yang bekerja sama dengan Pemerintah Belanda dalam Pendidikan Pertanian. Pemerintah Belanda bekerja sama dengan 2 SKM yaitu SMK 2 Subang Jawa Barat dan SMK 5 Jember Jawa Timur.
Kemudian kata Muhadjir supaya kerja sama ini dimanfaatkan sebaik-baiknya.
"Tidak semua SMK mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan (Pemerintah) Belanda," ujarnya lagi.
Kata dia Negara Belanda adalah negara yang menguasai pasar pertanian di seluruh Eropa. "Jika kita ke Jerman ada sayur, itu sayur dari Belanda," imbuhnya.
Kemudian kata Muhadjir Petani Indonesia hendaknya menguasai berbagai disiplin ilmu pertanian. Dikatakan petani kita harus menguasai budidaya, ilmu pertanahan, agroindustri dan juga agrobisnis Harus menguasai 4 aspek pertanian.