HUT Ke-73 RI di Subang Antara Peluang dan Harapan


SUBANG – Salah seorang tokoh masyarakat yang juga Guru Besar Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ir. H. Dulmi'ad Iriana menyampaikan tentang kemajuan yang pesat di Kabupaten Subang dalam beberapa tahun terakhir. Menurut dia kemajuan yang dirasakan merupakan kerja keras aparatur pemerintah yang didukung oleh semua pihak. "Kalau sekarang banyak kemajuan jauh lebih baik. ‎Berkat kerja keras aparatur pemerintahnya serta dukungan semua elemen masyarakat," tuturnya saat menyampaikan sambutan pada Riung Mungpulung dalam Rangka HUT Ke-73 Republik Indonesia di Aula Pemkab Subang, Rabu (15/8/2018). Selanjutnya kata dia dimasa lampau di Subang kondisinya sebagai daerah yang memiliki ketimpangan ekonomi yang jomplang. Banyak yang meninggal akibat kelaparan. "Tetapi pada saat yang sama ada warga yang hidup kaya raya. Subang juga sering dipandang masyarakat 'kelas 2' oleh dearah lain," tuturnya lagi.
Oleh karena itu sambungnya berbagai kemajuan yang diraih di Subang harus benar-benar memberikan manfaatnya kepada warganya. "Bagaimana dengan masyarakatnya harus bisa merebut kesempatan. Jika menjadi pedagang jadilah pedagang yang baik," imbuhnya.
Dia menghimbau supaya lebih memperhatikan peningkatakan kualitas pendidikan. "Karena sekarang untuk menjadi Satpam saja minimal pendidikannya SMA," .
Dia menyebutkan bahwa sekarang Subang tengah menjadi incaran dengan segenap potensinya. Baik potensi kekayaan alamnya maupun kekayaan budayanya. "Subang terkenal dengan perkembangan seni budayanya. Bahkan dahulu dikenal denganb Jaipongannya‎ dan Kesenian Sisingaan. Saya sedih karena sekarang mulai tergeser," ujarnya dengan nada sedih.
Kemudian sambutan dari Ketua DPRD Kab Subang, Beni Rudiono menyampaikan rasa bangga dengan banyaknya orang besar dari Subang. "Bahkan orang-orang hebat tersebut lahir dari kalangan yang berlatar belakang penuh keprihatinan," katanya.
Lalu Beni menyebutkan apabila dahulu Urang Subang kehilangan rasa bangga karena adanya stigma Wilayah Subang sebagai Baskom atau Basis Komunis. "Lalu (Warga Subang) malu, takut disangka terkait PKI," ujarnya.
Lau dia menegaskan bahwa "Stigma PKI" adalah tidak benar. "Stigma (PKI) itu tidak benar. Jadi ada alasan untuk tidak bangga sebagai Urang Subang," tegasnya.
Sekarang Urang Subang adalah yang memilikii semangat semangat Gotong Royong yang menjadi pokok ajaran Pancasila. "Identitas Subang yang utama adalah Gotong Royong. Karena itulah hakekat dari Pancasila yang diajarkan oleh Soekarno," imbuhnya.
Kata Plt Bupati Subang, Ating Rusnatim kegiatan Riung Mungpulung adalah sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas nikmat Kemerdekaan yang telah mencapai usia 73 tahun. "Melalui kegiatan sebagai ungkapan kegembiraan dan introspeksi atas tujuan pencapaian kemerdekaan sebagaimana yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945," ujarnya.
Kemudian Ating menyampaika ‎selamat atas terpilihnya pasangan Ruhimat - Agus Masykur sebagai Bupati dan Wakil Bupati Subang periode 2018 – 2023. "Kita berharap di tangan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati terpilih menjadikan Subang menjadi lebih baik," ujarnya lagi.
Kemudian dia mengingatkan adanya Pemilihan Presiden dan Pemilu Legislatif di tahun 2019 serta Pilkades serentak di 165 desa di Kabupaten Subang yang akan berlangsung Desember 2018. "Supaya menjadikan Pesta Demokrasi yang menggembirakan. Perbedaan pilihan jangan sampai membuat keretakan diantara anak bangsa," katanya.
Selanjutnya Ating ngatakan bahwa dalam waktu dekat Subang akan menjadi bagian dari Asian Games XVIII untuk cabang olahraga Balap Sepeda, MTB dan Crosscountry. "Akan ada 33 negara yang akan ikut ambil bagian dalam Lomba Balap Sepeda dan MTB. Maka tunjukan kita sebagai Tuan Rumah yang baik dengan mendukung penyelenggaraannya," katanya lagi.
Acara Riung Mungpulung ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Plt Bupati kemudian menyerahkan kepada Prof Dulmi'ad selaku Sesepuh Subang dan pemotongan kue ulang tahun oleh Ketua DPRD Kab Subang menyerahkan kepada Koadan Lanud Suryadarma, Marsma TNI Timbang Sembiring. Lalu Plt. Bupati menyerahkan penghargaan kepada pihak-pihak yang berperan partisipasi aktif pada pembangunan Kab Subang. ‎Diantaranya siswa berprestasi, seniman, pegiat lingkungan, dokter berprestasi dan masyarakat serta dinas/instansi yang berperan aktif dalam pembangunan. (Ist)