Awal Kampung KB di Subang Begini Perkembangannya


SUBANG, Kampung Keluarga Berencana (KB ) awalnya lahir di Kabupaten Subang Jawa Barat. Dikatakan oleh Kabid Pengendalian Penduduk, Drs. Wawan sekarang sudah menjadi ikon Tingkat Nasional dan berkembang sebanyak 7800 di seluruh Indonesia.
"Itu awalnya dari Subang kampung KB sesuai dengan program membangun Indonesia dari pinggiran. Sebagaimana Nawacita Pemerintahan RI," ujarnya dalam saat memberikan sambutan mewakili  Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat pada peringatan Keluarga Nasional ke-XXV dan Hari Anak Nasional  Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2018 di halaman Kantor DP2KBP3A, Kamis (2/8/2018).
Kemudian kata dia Peringatan Hari Keluarga Nasional di Tingkat Kab. Subang ini merupakan akumulasi Hari Keluarga Tingkat Nasional di Manado, Tingkat Provinsi di Karawang.
Selanjutnya kata wawan tahun ini merupakan Peringatan KB tahun Emas atau ke-50 tahun karena Keluarga Berencana lahir pada tahun 1968. "Dulu (asalnya) bernama LKBN  atau Lembaga Keluarga Berencana Nasional. semenjak ada LKBN kelahiran tercegah sampai 40%," imbuhnya.
Berkaitan dengan Hari Anak Nasional, wawan mengutip hadits Rasululla SAW yang menyatakan apabila kita menyayangi anak-anak, kelak anak-anak kita akan menyayangi kalian. "Oleh karena itu kami ucapkan  selamat kepada semua pihak yang telah menyukseskan Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional," katanya.
Plt. Bupati Subang, Ating Rusnatim menyampaikan bahwa bahwa DP2KBP3A merupakan salah satu dinas dengan jumah jarongan vertikal yang banyak. Bagi pemerintah keluarga memiliki peran penting dalam membangun bangsa yang kuat dan maju. "Melalui Peringatan Hari Keluarga dan Hari Anak kita sosialisasikan dan kita jalankan delapan fungsi keluarga dalam membangun keluarga yg berketahanan, untuk itu kita harus senantiasa mengutamakan keharmonisan, kedamaian dan keteladanan dalam keluarga sehingga terhindar dari kekerasan dalam rumah tangga," tuturnya.
Kemudian atas nama pemerintah Kabupaten Subang dia mengucapkan terima kasih atas prestasi yang diraih terkait dengan Program Kependudukan Keluarga. "Untuk itu seyogyanya kita senantiasa berjuang bersama pemerintah dan seluruh komponen masyarakat selalu berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyukseskan program kependudukan KB dan pembangunam," katanya.
Selanjutnya Ating menyampaikan supaya petugas lapangan KB, PLKB/PKB, TPD Motekar dan para pos KB Desa tetap semangat dalam menyukseskan Program Pemerintah. "Walaupun jumlah petugas KB hanya sedikit, saya menghimbau tetap terpanggil untuk ikut mensukseskan program pemerintah dalam menekan angka kelahiran untuk mengantisipasi laju pertumbuhan penduduk," ujarnya.
Pada kesempatan ini diserahkan Penghargaan kepada PKB, TPD, Pos KB, dan KB Lestari terbaik Tingkat Kabupaten Subang,  Pemenang Duta Genre dan Duta Anak Tingkat Kabupaten Subang dan Lomba Pidato Anak Tingkat Provinsi Jawa Barat. Partisipasi kepada peserta LCC dan paduan suara Kec. Pagaden serta Penyerahan Kenang-kenangan kepada pensiunan kantor DP2KBP3A
Acara dihadiri oleh Sekda Kab. Subang, unsur Forkopimda Kab. Subang, Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Jabar, Asda I, Kepala Dinas DP2KBP3A, Sekdis DP2KBP3A, Para Kabid, Kasi Se-Kab. Subang, para Kepala UPT DP2KBP3A, Para PLKB, TPD (tim penggerak desa), Motekar (motivator ketahanan keluarga), para pos KB / Kader Pos Yandu, Ketua DWP Kab. Subang beserta jajaran, Duta Genre Remaja. (HMS)