KPK Panggil Sekda Subang. Ada Apa?


Jakarta Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Subang, H Abdurakhman untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus suap perizinan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang. Dikatakan juru bicara KPK, Febri Diansyah Abdurakhman dipanggil sebagai saksi untuk tersangka PS. "Abdurakhman, Sekretaris Daerah Subang saksi untuk tersangka PS," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah sebagai mana dikutip Gatra.com pada Selasa (31/7/2018).

Pada kesempatan itu KPK memanggil sejumlah saksi lainnya untuk tersangka PS alias As alias KA, yaitu Asisten Daerah II Kabupaten Subang dan Kepala Bappeda Pemkab Subang, Komir Bastaman. Kemudian, pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Subang dan satu orang lainnya.
KPK menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT PT PBM dan PT PT ASP, PS sebagai tersangka dalam kasus suap kepada Bupati Subang, IA.
PS diduga bersama-sama dengan tersangka M menyuap Bupati IA dan kawan-kawannya guna memuluskan perizinan PT PBM dan PT ASP untuk membuat pabrik atau tempat usaha di Kabupaten Subang.
PS menyuap IA dan kawan-kawan sebesar 1,4 milyar rupiah. Suap diberikan melalui orang dekat IA yang bertindak selaku pengumpul dana. Komitmen fee awal antara pihak pengusaha dengan perantara sejumlah 4,5 milyar rupiah.
Sedangkan dugaan komitmen fee antara IA kepada perantara adalah Rp 1,5 milyar. Sebagian uang yang diterima diduga dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye IA selaku calon petahana Kabupaten Subang pada pilkada 2018.
KPK menyangka PS melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai mana diubah UU Nomor 10 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
PS adalah tersangka kelima yang ditetapkan KPK. Penetapan status petinggi dua perusahaan ini merupakan hasil pengembangan penyidikan kasus yang terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) yang membelit 4 tersangka.
Adapun keempat orang tersangkanya yang ditetapkan pasca-OTT, adalah IA selaku Bupati Subang periode 2017-2018, Data dari swasta, dan AS selaku Kabid Perizinan DPMPTSP Kabupaten Subang. Mereka selaku penerima suap. Adapun satu tersangka lainnya selaku pemberi suapnya adalah M dari swasta.
Keempat orang tersangka di atas, kini sudah menjadi terdakwa karena sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Kasus ini terbongkar melalui OTT pada Februari 2018. Saat itu, KPK mengamankan uang sejumlah 337.328.000 rupiah beserta bukti penyerahan uang. (Ist)