Antisipasi Kekeringan: Pemkab akan Kerjasama dengan TNI AU

(Ilustrasi: Pemadaman Kebakaran Akibat Kekeringan)
SUBANG – Untuk mengantisipasi ancaman kekeringan dan bencana kebakaran hutan, Pemerintah Kabupaten Subang akan melakukan pemetaan wilayah yang dianggap rawan pada musim kemarau tahun ini. Dikatakan Kepala DPKPB Kabupaten Subang, Hidayat dari data Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kekeringan tahun ini cukup serius bila melihat yang terjadi di daerah lain.
"Maka Subang harus siaga sebelum itu terjadi. Maka kami akan melakukan pendataan valid terhadap daerah-daerah yang terancam kekeringan terutama di daerah pertanian," ujarnya kepada Reporter Jabar saat ditemui, Kamis (26/7/2018).
Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait supaya ancaman kekeringan bisa diantisipasi termasuk ancaman bencana kebakaran hutan dari akibat kekeringan yang terjadi.
Kemudian kata dia pihaknya akan melakukan pemetaan wilayah dengan 2 pendekatan yaitu pemetaan darat melalui pengumpulan informasi peta dari camat dan kepala desa, dan pemetaan udara melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Udara (AU). "Dengan pemetaan foto udara supaya mendapatkan peta yang lebih objektif dan valid," imbuhnya.
Kata Hidayat untuk itu pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri termasuk TNI AU Suryadarma. "Padahal kita punya potensi (TNI AU Suryadarma di Kalijati). Banyak daerah yang menggunakan TNI AU Suryadarma (untuk foto udara)," katanya.

Berdasarkan data sebelumnya dan perkembangan yang terjadi, wilayah rawan ancaman kekeringan ada di 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Pusakanagara dan Compreng. "Perlu segera melakukan survai supaya ancaman kekeringan tidak sampai meluas ke daerah lain," imbuhnya lagi..
Diantara upaya yang dilakukan ialah berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) guna mengontrol saluran air agar bisa berfungsi dengan baik. "Sehigga areal pertanian tidak sampai gagal tanam apalagi gagal panen," pungkasnya.