Warga Tak Menyangka M Terlibat Aksi Terorisme

SUBANG – Atas kejadian penggerebegan dan tertembaknya terduga teroris berinisial M alias Mls di Pamanukan Jawa Barat, Jum'at siang kemarin (22/6/2018) sebagian warga Pamanukan merasa tidak terganggu oleh kejadian tersebut. Kegiatan sehari-hari di sekitar lokasi tepatya di depan Mapolsek Pamanukan nampak berjalan seperti biasa. Bahkan warga RT. 22 RW. 9 Mulyasari Pamanukan tempat rumah kontrakan terduga teroris, M banyak yang tidak percaya kalau M terlibat pada aksi terorisme. Seperti dituturkan Ali Jebod, salah seorang tetangga di RT. 22 RW 9 menyebutkan M dikenal dermawan dan terbuka serta aktif pada kegiatan di lingkungannya.
Kata Ali malam Jum'atnya sebelum peristiwa penembakan M sempat memimpin Yasinan di Mushola, shubuhnya juga dia yang adzan. Dia juga aktif pada kegiatan lingkungan seperti Peringatan 17 Agustusan selalu menyumbang lebih. "Bahkan sebelum puasa (Bulan Ramadhan) kemarin dia bagi-bagi dua ratusan pasang kaos kaki buat anak sekolah di sini," ujar Ali kepada Reporter Jabar di Pos Ronda depan rumah kontrakan M, Sabtu (23/6/2018).
Kata Ali keseharian M adalah tukang sol sepatu yang biasa mangkal di depan Mapolsek Pamanukan. Kerjaannya bagus bahkan dia memperhatikan sekali pelanggan. Pernah ada pelanggan yang ingin memperbaiki sepatu supaya bisa dipakai besoknya dia kerjakan semalaman. "Kerjaannya bagus. Makanya banyak pelanggannya. Kalau boleh dibilang mah saya lihat dari pegawai PLTU Indramayu, pegawai kantor sampai polisi yang bermasalah dengan sepatu dia yang tangani," ujar Ali lagi.
Kedermawanan M juga dikenal pelanggan sol sepatunya. Setiap orang yang mampir ke kios sol sepatunya selalu disuguhi minum. "Air mineral dus selalu tersedia. Kalau yang ingin ngopi pun dia suguhi," katanya.
Hal senada dikatakan Wawang teman Ali yang mengenal M orangnya bisa bergaul yang menurut dia tidak terlau fanatik. "Kalau yang suka aktif kelompok begitu 'kan biasanya fanatik. Kalau M mah nggak. Dia juga suka main gaple. Tapi gapleh hiburan. Gak duitan, ya," tuturnya.
Ke lingkungan pun dia sangat peduli. "Gardu ini pun ambil listriknya dari rumah dia tuh," imbuhnya sambil nunjuk jalur kabel dari rumah kontrakan M. Mengenai aktifitasnya kata Wawang tidak ada yang aneh. Pergaulannya juga bagus. Bahkan kata dia dengan Engkoh toko dekat Polsek itu akrab dengan M. "Padahal Si Engkoh itu bukan Muslim. Pernah diantar M ke Garut ke Pesantrennya Ustadz Jujun. Da Si Engkohnya pengen tahu Pesantren Ustadz Jujun," tuturnya.
Makanya sambung Wawang dirinya tidak nyangka kalau M sampai terlibat aksi terorisme. Apalagi sampai dia mau melakukan aksi pada Pilkada. "Bahkan kami gak percaya (M terlibat langsung). Kalau 'tulis tonggong' mungkin iya. Akibat ketidaktahuan dia," katanya. Makanya untuk warga RT 22 Mulyasari dan sekitarnya banyak yang kaget.
Hingga berita ini diturunkan garis polisi masing terpasang di depan rumah kontarakan M. (Baca:  Ahmad: "Terduga Teroris M Sering Ajak Saya Jihad. Tapi Gak Jelas")