Pemkab Subang Bertekad Pertahankan Adipura

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang tahun ini bertekad kembali meraih Piala Adipura.  Hari Lingkungan Hidup sedunia tingkat Kabupaten Subang untuk mencipatakan masyarakat yang sadar pada lingkungan semua unsurnya di Kabupaten Subang.
Menurut Plt Bupati Subang, Ating Rusnatim dengan adanya pencapaian berupa perolehan Piala Adipura itu harus ada peningkatan. "Minimalnya bertahan. Tahun kemarin kita sudah mendapatkan Piala Adipura kalau tahun ini tidak mendapatkannya berarti ada kemunduran. Jangan sampai ada kemunduran," ujarnya menegaskan dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kabupaten Subang, Senin (4/6/2018).
Kemudian dia menambahkan menjaga kelestarian lingkungan harus nyata. "Bukan hanya seremonial atau penghargaan, tetapi yang paling penting yang dirasakan oleh masyarakat Subang," imbuhnya.
Oleh karena itu sambung dia yang paling penting dengan diraihnya Adipura ada efek kepada masyarakat Subang. Berupa rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan dari membuang sampah pada tempatnya dan menjaga ekosistem lingkungan yang ada. "Apalagi sampai terjadi perusakan seperti dulu terjadi pembalakan liar," imbuhnya lagi.
Sehingga tumbuh kesadaran masyarakat secara nyata. "Bukan karena dicegah dijaga-jaga oleh aparat. Sehingga lingkungannya menjadi nyaman bersih rapi sesuai target yang kita tetapkan sehingga kita bisa meraih kembali Piala Adipura," tegasnya kembali.
Semua ini dilakukan oleh semua komponen masyarakat. Termasuk para pegiat lingkugan hidup. "Apabila dilakukan sendiri-sendiri itu agak berat. Sulit mewujudkannya. Jangan sampai ada ada anggapa ini urusannya Dinas Lingkungan Hidup tetapi harus menjadi menjadi urusan kita bersama. Memang leading sektornya ada di Dinas Lingkungan Hidup tetapi tanggung jawabnya harus dimiliki semua sektornya masing-masing," paparnya.
Pada kesempatan tersebut Plt Bupati Subang menganjar penghargaan kepada komponen masyarakat yang terdiri dari komunitas pegiat lingkugan hidup, Babin Kamtibmas, warga masyarakat dan aparat pemerintah yang telah berjasa nyata dalam menjaga lingkungan di wilayah Kabupaten Subang.
Sementara itu dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, Yayat Hidayat tantangan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Subang cukup bervariatif. Sehubungan Wilayah Subang terdiri dari pegunugan, pedataran dan pantai. "Seperti kebiasaan menjaga lingkungan di pegunungan tidak bisa dilakukan masyarakat di pantai. Begitu pula sebaliknya sperti menanam mangrove itu di pantai bukan berarti mangrove itu ditanam di pegunugan. Itu artinya kebiasaan menjaga ligkungan harus esuai dengan karakteristik alam itu sendiri," paparnya.
Kemudian yang kedua, kata Yayat ialah upaya pihaknya harus menjaga tanah dan memelihara hutan supaya tidak gersang tetapi banyak oknum yang berbuat sebaliknya. "Kita berusaha menanam tetapi ada oknum yang melakukan penebangan. Jadi dengan demikian kita harus memahami dulu karakteristiknya. Kita harus (bisa) memahami bahwa ketika berinteraksi dengan alam ketika alam dirusak maka kita akan rusak juga," jelasnya.
Ketika ditanya mengenai kesadaran masyarakat menjaga kelestarian hutan, kata Yayat kesadaran masyarakat sudah tinggi luar biasa. "Kesadaran mereka (dalam menjaga kelestarian hutan) sangat luar biasa (tinggi)," ujarnya. Sedangkan yang melakukan perusakan itu kebanyak orang-orang luar Subang.
Lalu dia menyebutkan kondisi hutan di subang masih relatif utuh. Adapun berkurang lebih diakibatkan oleh kebencanaan seperti longsor konstruksi alam yang tidak memugkinkan. "Itu juga harus banyak yang kita lindungi," katanya.