Normalisasi Situ Saeur untuk Cegah Banjir dan Nilai Wisata

SUBANG – PJT II berupaya ingin mengembalikan situ Saeur sebagai tampungan air untuk irigasi dan pengendali banjir, membersihkan sampah yang masuk/dibuang ke Situ Saeur dan  penataan lingkungan agar dapat berfungsi sebagai taman kota/tempat wisata. Hal tersebut dikatakan oleh General Manager Unit Usaha Wilayah Perum Jasa Tirta (GM UUW PJT) II, Agus Suranto pada saat Peresmian Karya Bhakti Penataan Situ Saeur Sukamelang Sinergitas Antara Perum Jasa Tirta II Dengan Pemerintah Kab. Subang, Kamis (07/06/2018).
Kegiatan ini dalam rangka melaksanakan Konservasi Sumber Daya Air, bertempat di Situ Saeur. Selanjutnya diinformasikan bahwa Situ Saeur awalnya 9 hektar dengan kedalaman 5 m, saat ini tersisa 2,44 ha, dengan kedalaman kurang dari 1 m. "Ditargetkan pengejaan Situ saeur berlangsung selama 2 bulan dengan target tanggal 17 Agustus sudah rampung," jelasnya.
Maka dengan upaya ini diharapkan bisa memberikan nilai tambah keberadaan Situ Saeur baik dalam fungsinya maupun secara ekonomis.
Kemudian sambutan Komandan Kodim 0605 Subang, Letkol Inf Fikri Ferdian, menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif. "Sebagai bukti kepedulian kami kepada lingkungan, perluada sinergitas antara Pemda Subang dengan stake holder terkait demi kelancaran kegiatan tersebut yang merupakan wujud kepedulian TNI/Polri demi kepentingan masyarakat," ujarnya.
Untuk itu memeinta kepada Kepala Desa dan perangkat wilayah agar mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. "Dengan melibatkan masyarakat agar hasilnya dapat dijaga dan dipertahankan kedepannya," katanya.
Selanjutnya Plt. Bupati Subang, Ating Rusnatim, menyampaikan dalam rangka pengendalian pencemaran air di Situ Saeur Sukamelang, Pemerintah Daerah melaksanakan normalisasi Situ Saeur. "Tentunya dengan bantuan dari Perum Jasa Tirta II dan seluruh relawan dan masyarakat Subang," ujarnya.
Kemudian dia atas nama pribadi dan seluruh jajaran pemerintah Kab Subang menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam karya bhakti penataan Situ Saeur Sukamelang.
Kata Ating dengan normalisasi Situ saeur banyak hal positif yang bisa diraih. Membersihkan dari sampah yang menjadi sumber penyakit, menjadi penampung air untuk mencegah bencana banjir dan menjadi objek wisata dan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.
"Pelaksanaan normalisasi penataan Situ Saeur merupakan suatu kegiatan karya bakti yang sangat bermanfaat demi mengantisipasi musibah yang tidak diharapkan seperti banjir yang pernah terjadi karena luapan air sungai cigadung dikala musim penghujan." paparnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan normalisasi secara simbolis oleh Plt Bupati mengeruk hama ecenggondok menggunakan alat berat turun Situ Saeur. Humas & Protokol