Massal Subang: Kesadaran Lingkungan masih Rendah

SUBANG – Ditengah peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ternyata kesadaran memelihara lingkungan masih kurang. Dikatakan koordinator Komunitas Masyarakat Sadar Lingkungan (Massal), Asep Saevata atau yang biasa disapa Alam Rantjatan menyayangkan perhatian aparat pemerintah. Seperti keberadaan pedagang di Alun-Alun Subang Kota yang terkesan tidak teratur.
"Melihat trotoar itu kan jalan umum. Itu 'kan sudah bisa ditertibkan dan pedagang bisa dialihkan ke lokasi lain yang lebih strategis atau merenah. Itu jelas di Perda K3 itu dilarang," ujarnya kepada Reporter Jabar.
Lalu kata Alam lebih ironis lagi di depannya itu ada Kantor Satpol PP yang seharusnya bisa menegur dengan baik kepada para pedagang di depan Alun-Alun. "Ironis banget mereka tidak bisa menegur dengan baik," imbuhnya.
Pengaruhnya terhadap lingkungan, kata dia ialah menghasilkan sampah apalagi banyak warga yang kurang sadar dengan membuang sampah sembarangan. "Apalagi warga yang belum sadar akibatnya (buang) sampahnya di mana saja," katanya.
Dia bersama komunitasnya juga sering melihat ke Alun-Alun walaupun ada tempat sampah tetapi tetap saja sampah berserakan di mana-mana. "(Walaupun) di alun-alun ada tempat sampah dan himbauan tetapi tetap saja sampah berserakan. Mungkin itu sampah dari pedagang," katanya lagi.
Dia menilai selain kesadaran yang kurang, juga jumlah tempat sampah kelihatannya masih kurang. "Memang kesadaran warga yang kurang saya lihat perlu ditambah (lagi tempat sampah ) di beberapa titik," ujarnya.
Kemudian Alam menyesalkan keberadaan reklame yang dipasang di pohon-pohon dan yang membentang dari pohon ke pohon. Tetapi belum ada tindakan dari Satpol PP. "Saya berharap Satpol PP segera bertindak," ujarnay lagi.
Padahal kata dia Satpol PP mengatakan akan melakukan penertiban reklame di pohon-pohon pada awal Mei 2018 lalu. "Tetapi tidak ada aksi sama sekali. Malah kami dari komunitas yang membersihkannya," pugkasnya.